Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan

Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan

Kota Asal Pengiriman : Kota Bandung

Rp99.000,00

Sutra Gandawyuha adalah salah satu Sutra terpenting dalam Buddhisme tradisi Mahayana. Versi awal terjemahan Cina atas Gandawyuha dilampirkan sebagai bab terakhir dari Avatamsaka Sutra, sementara versi terjemahan yang terakhir, di mana Sutra ini dianggap sebagai teks tersendiri, diberi judul Huayanjing. Sutra sebanyak 460 panel ini terpatri di lorong 2, 3, dan 4 di Candi Borobudur, yang menurut arkeolog Prof. Dr. Noerhadi Magetsari merupakan integrasi dua aliran besar agama Buddha yaitu Sutrayana dan Tantrayana.

Harta, Takhta, dan Wanita dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan berisi kisah tokoh utama Sutra ini, pemuda bernama Sudhana, putra seorang pedagang-bankir yang meninggalkan rumah demi memulai perjalanan spiritualnya sendiri. Dalam perjalanannya, Sudhana berguru pada lebih dari 50 Kalyanamitra (alias takhta) dari berbagai kalangan tanpa melihat asal strata sosial mereka, seperti Brahmana, pedagang-bankir, tabib, ratu, perumah tangga, dll. Kalyanamitra Sudhana, yang beberapa di antaranya merupakan hartawan, secara mengejutkan juga mencakupi sejumlah besar wanita dan non-Buddhis, seperti Wasumitra, Siwa Mahadewa, dll. ‘Wanita’ dalam Gandawyuha (Kalyanamitra wanita) meliputi 51% total teks. Harta, takhta, wanita ini mencerminkan catatan sejarah kehidupan beragama sebuah masyarakat.

Di sinilah kita bisa memahami konteks sosial India pada masa itu, yakni pluralisme tradisi religius yang mungkin saja kompetitif, tapi yang pasti saling meminjam inspirasi dan tak menafikan eksistensi satu sama lain. Oleh karenanya, Romo Mudji Sutrisno, pengamat budaya, menyatakan relief Gandawyuha bisa menjadi payung untuk mendiskusikan berbagai pengalaman religi dalam semua agama. Tak terbatas pada agama besar, tetapi juga agama-agama yang muncul dari bumi Nusantara yang selama ini termarjinalkan. Menurut beliau, kisah ini mencerminkan tingkat toleransi agama yang tinggi. Di samping itu, buku ini akan menunjukkan bahwa Sutra Gandawyuha tidak hanya mengandung ajaran metafisik dan spiritual, tapi juga menunjukkan bagaimana isu harta, takhta, wanita dari para Kalyanamitra berkontribusi dalam pencapaian pencerahan suatu makhluk.

wws Call Center / Pre-sale Questions Butuh Bantuan? Hubungi Kami via WhatsApp

Description

Judul: Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan
Penulis: Stanley Khu
Penerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara
Ukuran: 21 x 14.8 mm
Jumlah Halaman: viii+154
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-623-6632-05-5
Terbit: 2021

Additional information

Weight 0.2 kg

Reviews

There are no reviews yet.


Be the first to review “Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan”