<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<atom:link href="https://store.lamrimnesia.com/product-category/toko-buku-online/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<description>Find your Pathway here!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 03:37:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.8</generator>

<image>
	<url>https://store.lamrimnesia.com/wp-content/uploads/2016/09/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Sejarah &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>(Coming Soon) Buku Lamrim for Kids Sepuluh Putra Sumana (The Ten Sons of Sumana)</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/coming-soon-buku-lamrim-for-kids-sepuluh-putra-sumana-the-ten-sons-of-sumana/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/coming-soon-buku-lamrim-for-kids-sepuluh-putra-sumana-the-ten-sons-of-sumana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 06:44:54 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=9551</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Dahulu kala, hiduplah Sumana, putri perumah tangga Anathapindika. Suatu hari, ia dengan gembira mempersembahkan sebuah mangga kepada Buddha. Setelah mencicipinya, Buddha menuliskan nama-nama dupa terbaik untuknya. Sejak itu, ia rajin menggiling dupa sebagai persembahan. Suatu ketika, seorang pangeran dari negeri jauh melihat Sumana dan jatuh hati. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, ia melakukan tindakan nekat—menculik Sumana. Ke manakah Sumana akan dibawa?</p>
<p>Long ago, there lived Sumana, the daughter of the householder Anathapindika. One day, she gladly offered a mango to the Buddha. After tasting it, the Buddha wrote down the names of the finest kinds of incense for her. From then on, she diligently ground incense as an offering. One day, a prince from a distant land saw Sumana and fell in love with her. When his wish was not fulfilled, he took a desperate step—he abducted Sumana. Where would Sumana be taken?</p>
<p>Anak-anak akan belajar:<br />
        Melakukan perbuatan bajik dengan rajin<br />
        Mendengarkan Dharma dengan hati gembira<br />
        Mempersembahkan stupa dengan hati yang tulus"</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/coming-soon-buku-lamrim-for-kids-sepuluh-putra-sumana-the-ten-sons-of-sumana/">(Coming Soon) Buku Lamrim for Kids Sepuluh Putra Sumana (The Ten Sons of Sumana)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Judul: Sepuluh Putra Sumana (The Ten Sons of Sumana)<br />
Penulis: Madeleine Felicia<br />
Iustrasi oleh: Kho Tek Mei<br />
Penerbit: Penerbit Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara<br />
Ukuran: 21 x 21 x  0.36 cm<br />
Jumlah Halaman: iii+54<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN:<br />
Terbit: 2026&#8221;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/coming-soon-buku-lamrim-for-kids-sepuluh-putra-sumana-the-ten-sons-of-sumana/">(Coming Soon) Buku Lamrim for Kids Sepuluh Putra Sumana (The Ten Sons of Sumana)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/coming-soon-buku-lamrim-for-kids-sepuluh-putra-sumana-the-ten-sons-of-sumana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>(Coming Soon) Buku STORIED COMPANIONS: Kanker, Trauma, dan Panduan untuk Menemukan Cara Hidup</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/buku-storied-companions-kanker-trauma-dan-panduan-untuk-menemukan-cara-hidup/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/buku-storied-companions-kanker-trauma-dan-panduan-untuk-menemukan-cara-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 08:04:16 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=9449</guid>

					<description><![CDATA[<p>"“Sejak didiagnosis kanker otak stadium IV, saya tak lagi mengamati kebenaran tentang ketidakkekalan dari jarak yang kritis dan analitis. Kini saya bertubrukan dengannya—atau ia yang menubruk saya.”<br />
***<br />
Menghadapi diagnosis kanker stadium akhir, Karen Derris—seorang profesor, ibu, sekaligus praktisi Buddhis—secara naluriah berpaling pada buku-buku. Dengan membaca kembali kisah-kisah Buddhis kuno melalui pertanyaan-pertanyaan baru dan tujuan yang berbeda, ia menemukan berbagai cara untuk membuat kisah-kisah itu hadir secara langsung dan terasa nyata. Storied Companions merajut memoar pengalaman hidup Karen—tentang trauma dan penyakitnya—dengan narasi-narasi dari tradisi sastra Buddhis, seraya membagikan kepada pembaca bagaimana ia menemukan cara untuk hidup sepenuhnya, bahkan ketika ia mengetahui bahwa ia tidak akan hidup selama yang ia perlukan—atau yang ia harapkan.<br />
Dengan memanfaatkan pengetahuan, praktik, dan daya imajinasinya, Karen menunjukkan bagaimana menempatkan diri kita di dalam narasi-narasi dapat mengubahnya dari teks yang jauh dan beku menjadi sahabat, dan dari sahabat menjadi penuntun. Dengan mengikuti perjalanan membacanya, kita diajak menyadari bagaimana praktik membaca ini dan narasi-narasi kuno tersebut dapat menolong kita berdamai dengan ketidakkekalan, menumbuhkan empati dan welas asih, serta menyadari keterhubungan kita satu sama lain.<br />
Jujur, kuat, dan penuh wawasan, Storied Companions sendiri menjelma menjadi seorang sahabat yang berharga—menuntun pembaca menemukan cara baru untuk menghadapi dan mengalami kehidupan, kematian, dan ketidakkekalan/ perubahan yang tak terelakkan.<br />
***<br />
“Karen menunjukkan kepada kita bagaimana kisah-kisah Buddhis . . . ketika disambut dengan hati yang terbuka dan rendah hati, dapat mengubah setiap pengalaman hidup menjadi jalan untuk mengabdi bagi sesama.” —Y.M.S. Gyalwang Karmapa XVII, Ogyen Trinley Dorje<br />
"</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/buku-storied-companions-kanker-trauma-dan-panduan-untuk-menemukan-cara-hidup/">(Coming Soon) Buku STORIED COMPANIONS: Kanker, Trauma, dan Panduan untuk Menemukan Cara Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Judul: STORIED COMPANIONS Kanker, Trauma, dan Panduan untuk Menemukan Cara Hidup<br />
Penulis: Karen Derris<br />
Penerbit: Penerbit Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara<br />
Ukuran:<br />
Jumlah Halaman: viii+200<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN:<br />
Terbit: 2025&#8221;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/buku-storied-companions-kanker-trauma-dan-panduan-untuk-menemukan-cara-hidup/">(Coming Soon) Buku STORIED COMPANIONS: Kanker, Trauma, dan Panduan untuk Menemukan Cara Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/buku-storied-companions-kanker-trauma-dan-panduan-untuk-menemukan-cara-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Silsilah Marpa Sang Penerjemah</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-silsilah-marpa-sang-penerjemah/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-silsilah-marpa-sang-penerjemah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 04:29:55 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=9203</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. </p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Silsilah Marpa Sang Penerjemah, yang akan berisi Buku Delapan, merupakan seri kelima dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku Delapan mengisahkan tentang Marpa Sang Penerjemah, yang merupakan salah satu guru yang paling dihormati dalam Buddhisme Tibet, sekaligus sebagai pendiri mazhab Kagyu, salah satu silsilah ajaran paling penting dalam Buddhisme Tibet. Silsilah unik ini, yang menekankan transmisi lisan dan arti penting guru spiritual, terus berkembang hingga saat ini, dengan banyak biara, pusat Dharma, dan praktisi di seluruh dunia yang berdedikasi untuk mencapai pencerahan demi semua makhluk. Marpa juga melatih dan membimbing sejumlah murid utama, yang paling terkenal di antara semuanya adalah Sang Yogi Agung Milarepa.</p>
<p>Go Lotsawa's The Blue Annals: Silsilah Marpa Sang Penerjemah membuat kita memahami pengabdian Marpa yang mendalam untuk belajar dan menguasai bahasa Sanskerta serta seluk-beluk Buddhisme, memungkinkannya untuk membawa pulang silsilah ajaran-ajaran mendalam ke Tibet. Pengabdiannya ini juga membentuk wajah Buddhisme Tibet sedemikian rupa sampai memperoleh keistimewaannya sekarang di antara tradisi-tradisi Buddhis lain di dunia."</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-silsilah-marpa-sang-penerjemah/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Silsilah Marpa Sang Penerjemah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul: Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Silsilah Dua Penerjemah – Silsilah Marpa Sang Penerjemah<br />
Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 21 x 14.8 cm<br />
Jumlah Halaman: 486<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-38-7<br />
Terbit: 2025</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-silsilah-marpa-sang-penerjemah/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Silsilah Marpa Sang Penerjemah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-silsilah-marpa-sang-penerjemah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Atisha dan Kadampa &#8211; Kebangkitan Buddhisme di Tibet</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-atisha-dan-kadampa-kebangkitan-buddhisme-di-tibet/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-atisha-dan-kadampa-kebangkitan-buddhisme-di-tibet/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 06:47:43 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=9113</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. </p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Atisha dan Kadampa – Kebangkitan Buddhisme di Tibet, yang akan berisi Buku Lima, merupakan seri ketiga dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku Lima menuturkan tentang riwayat Guru Atisha Dipankarasrijnana beserta silsilah spiritual beliau. Membahas hayat dan karya Guru Atisha adalah sama dengan menelusuri perkembangan Buddhisme di Nusantara itu sendiri. Faktanya, Guru Atisha berguru selama belasan tahun dengan seorang guru asal Sriwijaya yang bernama Suwarnadwipa (Serlingpa) Dharmakirti. Ajaran yang diterima Guru Atisha ini, bodhicita, pada masa itu sudah putus silsilahnya di India. Ajaran inilah juga yang kelak akan dibawa oleh Guru Atisha ke negeri bersalju – Tibet – untuk kemudian dibabarkan kepada sebanyak mungkin khalayak.</p>
<p>Lebih lanjut, Go Lotsawa's The Blue Annals: Atisha dan Kadampa – Kebangkitan Buddhisme di Tibet mengenalkan kepada kita bukan hanya segelintir murid-murid Guru Atisha – dengan yang paling terkenal tentu saja adalah Dromtonpa – tapi juga tokoh-tokoh lain yang sezaman dengan Drom Rinpoche, dan bahkan juga tokoh-tokoh dari generasi-generasi berikutnya yang semuanya menelusuri silsilah spiritual mereka."</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-atisha-dan-kadampa-kebangkitan-buddhisme-di-tibet/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Atisha dan Kadampa &#8211; Kebangkitan Buddhisme di Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul: Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Atisha dan Kadampa – Kebangkitan Buddhisme di Tibet<br />
Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 21 x 14.8 x  0.67 cm<br />
Jumlah Halaman: xviii+118<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-31-8<br />
Terbit: 2023</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-atisha-dan-kadampa-kebangkitan-buddhisme-di-tibet/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Atisha dan Kadampa &#8211; Kebangkitan Buddhisme di Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-atisha-dan-kadampa-kebangkitan-buddhisme-di-tibet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-tantra-lama-dan-tantra-baru/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-tantra-lama-dan-tantra-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 08:41:55 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8925</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. </p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru, yang akan berisi Buku Tiga dan Buku Empat, merupakan seri kedua dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku Tiga mengisahkan masa-masa awal penerjemahan Tantra ke Tibet, yang berkisar pada hayat dan karya beberapa tokoh Tantra paling penting, seperti Padmasambhawa. Buku Empat mengisahkan penyebaran dari apa yang disebut Tantra “Baru”, penyebaran dari Ajaran “Jalan dan Buah” (Lamdre) Sakyapa, dan sejarah para pengikut mereka. Salah satu cendekiawan terkenal yang mempelajari doktrin-doktrin ini yaitu Drogmi Lotsawa, yang merupakan salah satu guru Marpa Lotsawa. </p>
<p>Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru dapat dilihat sebagai gerbang masuk untuk memahami salah satu isu paling menarik dalam Buddhisme yaitu Tantra, karena dituturkan dengan rinci riwayat penerjemahan dan penyebaran Tantra di tanah Tibet, serta mengisahkan sejarah pengikutnya. Selain isu ini, buku ini akan mengupas lebih banyak fakta lainnya, yang akhirnya membuat kita memiliki gambaran lebih holistik tentang Buddhisme.</p>
<p> <br />
Lidah buku (depan):<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru mengisahkan masa-masa awal penerjemahan Tantra ke Tibet, yang berkisar pada hayat dan karya beberapa tokoh Tantra paling penting, seperti Padmasambhawa. Buku ini lanjut mengisahkan penyebaran dari apa yang disebut Tantra “Baru”, penyebaran dari Ajaran “Jalan dan Buah” (Lamdre) Sakyapa, dan sejarah para pengikut mereka. Salah satu cendekiawan terkenal yang mempelajari doktrin-doktrin ini yaitu Drogmi Lotsawa, yang merupakan salah satu guru Marpa Lotsawa. Selain isu-isu ini, buku ini juga akan mengupas lebih banyak fakta lainnya, yang akhirnya membuat kita memiliki gambaran lebih holistik tentang Buddhisme.</p>
<p>Lidah buku (belakang):<br />
Dunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.<br />
– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2</p>
<p>Ini adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.<br />
– CMK, The Assam Tribune, 1979</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.<br />
– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982</p>
<p>Upaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.<br />
– Lokesh Chandra"</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-tantra-lama-dan-tantra-baru/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 21 x 14.8 x 1.13 cm<br />
Jumlah Halaman: xx + 166<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-31-8<br />
Terbit: 2022</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-tantra-lama-dan-tantra-baru/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Tantra Lama dan Tantra Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-tantra-lama-dan-tantra-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/harta-takhta-dan-wanita-dalam-gandawyuha/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/harta-takhta-dan-wanita-dalam-gandawyuha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2021 11:46:34 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7928</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Sutra Gandawyuha adalah salah satu Sutra terpenting dalam Buddhisme tradisi Mahayana. Versi awal terjemahan Cina atas Gandawyuha dilampirkan sebagai bab terakhir dari Avatamsaka Sutra, sementara versi terjemahan yang terakhir, di mana Sutra ini dianggap sebagai teks tersendiri, diberi judul Huayanjing. Sutra sebanyak 460 panel ini terpatri di lorong 2, 3, dan 4 di Candi Borobudur, yang menurut arkeolog Prof. Dr. Noerhadi Magetsari merupakan integrasi dua aliran besar agama Buddha yaitu Sutrayana dan Tantrayana.\r\n\r\nHarta, Takhta, dan Wanita dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan berisi kisah tokoh utama Sutra ini, pemuda bernama Sudhana, putra seorang pedagang-bankir yang meninggalkan rumah demi memulai perjalanan spiritualnya sendiri. Dalam perjalanannya, Sudhana berguru pada lebih dari 50 Kalyanamitra (alias takhta) dari berbagai kalangan tanpa melihat asal strata sosial mereka, seperti Brahmana, pedagang-bankir, tabib, ratu, perumah tangga, dll. Kalyanamitra Sudhana, yang beberapa di antaranya merupakan hartawan, secara mengejutkan juga mencakupi sejumlah besar wanita dan non-Buddhis, seperti Wasumitra, Siwa Mahadewa, dll. ‘Wanita’ dalam Gandawyuha (Kalyanamitra wanita) meliputi 51% total teks. Harta, takhta, wanita ini mencerminkan catatan sejarah kehidupan beragama sebuah masyarakat.\r\n\r\nDi sinilah kita bisa memahami konteks sosial India pada masa itu, yakni pluralisme tradisi religius yang mungkin saja kompetitif, tapi yang pasti saling meminjam inspirasi dan tak menafikan eksistensi satu sama lain. Oleh karenanya, Romo Mudji Sutrisno, pengamat budaya, menyatakan relief Gandawyuha bisa menjadi payung untuk mendiskusikan berbagai pengalaman religi dalam semua agama. Tak terbatas pada agama besar, tetapi juga agama-agama yang muncul dari bumi Nusantara yang selama ini termarjinalkan. Menurut beliau, kisah ini mencerminkan tingkat toleransi agama yang tinggi. Di samping itu, buku ini akan menunjukkan bahwa Sutra Gandawyuha tidak hanya mengandung ajaran metafisik dan spiritual, tapi juga menunjukkan bagaimana isu harta, takhta, wanita dari para Kalyanamitra berkontribusi dalam pencapaian pencerahan suatu makhluk.\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}" data-sheets-textstyleruns="">Sutra Gandawyuha adalah salah satu Sutra terpenting dalam Buddhisme tradisi Mahayana. Versi awal terjemahan Cina atas Gandawyuha dilampirkan sebagai bab terakhir dari Avatamsaka Sutra, sementara versi terjemahan yang terakhir, di mana Sutra ini dianggap sebagai teks tersendiri, diberi judul Huayanjing. Sutra sebanyak 460 panel ini terpatri di lorong 2, 3, dan 4 di Candi Borobudur, yang menurut arkeolog Prof. Dr. Noerhadi Magetsari merupakan integrasi dua aliran besar agama Buddha yaitu Sutrayana dan Tantrayana.</span></p>
<p>Harta, Takhta, dan Wanita dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan berisi kisah tokoh utama Sutra ini, pemuda bernama Sudhana, putra seorang pedagang-bankir yang meninggalkan rumah demi memulai perjalanan spiritualnya sendiri. Dalam perjalanannya, Sudhana berguru pada lebih dari 50 Kalyanamitra (alias takhta) dari berbagai kalangan tanpa melihat asal strata sosial mereka, seperti Brahmana, pedagang-bankir, tabib, ratu, perumah tangga, dll. Kalyanamitra Sudhana, yang beberapa di antaranya merupakan hartawan, secara mengejutkan juga mencakupi sejumlah besar wanita dan non-Buddhis, seperti Wasumitra, Siwa Mahadewa, dll. ‘Wanita’ dalam Gandawyuha (Kalyanamitra wanita) meliputi 51% total teks. Harta, takhta, wanita ini mencerminkan catatan sejarah kehidupan beragama sebuah masyarakat.</p>
<p>Di sinilah kita bisa memahami konteks sosial India pada masa itu, yakni pluralisme tradisi religius yang mungkin saja kompetitif, tapi yang pasti saling meminjam inspirasi dan tak menafikan eksistensi satu sama lain. Oleh karenanya, Romo Mudji Sutrisno, pengamat budaya, menyatakan relief Gandawyuha bisa menjadi payung untuk mendiskusikan berbagai pengalaman religi dalam semua agama. Tak terbatas pada agama besar, tetapi juga agama-agama yang muncul dari bumi Nusantara yang selama ini termarjinalkan. Menurut beliau, kisah ini mencerminkan tingkat toleransi agama yang tinggi. Di samping itu, buku ini akan menunjukkan bahwa Sutra Gandawyuha tidak hanya mengandung ajaran metafisik dan spiritual, tapi juga menunjukkan bagaimana isu harta, takhta, wanita dari para Kalyanamitra berkontribusi dalam pencapaian pencerahan suatu makhluk.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/harta-takhta-dan-wanita-dalam-gandawyuha/">Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan\nPenulis: Stanley Khu\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 21 x 14.8 mm\nJumlah Halaman: viii+154\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-623-6632-05-5\nTerbit: 2021&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Judul: Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan<br />
Penulis: Stanley Khu<br />
Penerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Ukuran: 21 x 14.8 mm<br />
Jumlah Halaman: viii+154<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-623-6632-05-5<br />
Terbit: 2021</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/harta-takhta-dan-wanita-dalam-gandawyuha/">Harta, Takhta dan Wanita Dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/harta-takhta-dan-wanita-dalam-gandawyuha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 07:40:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7808</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. \r\n\r\nSebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.\r\n\r\nBuku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.\r\n\r\n\r\nLidah buku (depan):\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.\r\n\r\nLidah buku (belakang):\r\nDunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.\r\n– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2\r\n\r\nIni adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.\r\n– CMK, The Assam Tribune, 1979\r\n\r\nSaya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.\r\n– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982\r\n\r\nUpaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.\r\n– Lokesh Chandra\r\n\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}">Buku Sejarah Buddhis - Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu.</span></p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku sejarah Buddhis ini di Buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.</p>
<p>Lidah buku (depan):<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.</p>
<p>Lidah buku (belakang):<br />
Dunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.<br />
– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2</p>
<p>Ini adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.<br />
– CMK, The Assam Tribune, 1979</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.<br />
– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982</p>
<p>Upaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.<br />
– Lokesh Chandra</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p>&#160;</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/">https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/</a></p>
<p>Dapatkan artikel dan berita Buddhis terkini di <a href="https://lamrimnesia.org/">https://lamrimnesia.org/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p><strong>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</strong></p>
<p>Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: xx+146<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-28-8<br />
Terbit: 2021</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2020 07:48:38 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7720</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku pikir adalah sebuah kewajiban moral bagi generasi muda yang baru terbit dan generasi tua yang hampir terbenam (terutama yang mengaku diri sebagai Buddhis) untuk menilai dan mengomentari apa-apa saja yang benar dan keliru dalam buku ini.</p>
<p>Buku ini ditulis bukan dengan tujuan propaganda tertentu, karena jamaknya propaganda alergi pada kritikan. Tetapi, kalaupun tulisan-tulisan dalam buku ini dianggap sebagai propaganda terselubung, maka setidaknya anggaplah mereka sebagai sebuah polemik, sebuah niat tulus untuk memulai perbincangan soal situasi pelik yang dialami oleh manusia Indonesia, terutama Buddhisnya.</p>
<p>Apa pasalnya sebuah polemik harus dimulai? Mari kita tanyakan pada Buddhis di Indonesia secara umum. Kita tidak bisa membantah bahwa Buddhisme, terlepas dari kebesarannya di masa lampau, kini hanyalah sebuah minoritas di Indonesia. Dan selayaknya sebuah minoritas, kita mungkin mengira bahwa Buddhis di Indonesia akan solid, padat berisi menyokong satu sama lain. Sayangnya, tidak demikian kasusnya. Tanpa memaklumi bahwa hanya mayoritas yang punya privilese untuk tarik urat satu sama lain, Buddhis di Indonesia malah gontok-gontokan tak keruan, tak sadar bahwa jumlah mereka semakin merosot dan di ambang kepunahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/">Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengembalikan Budaya Belajar<br />
Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari<br />
Oleh Iwan Pranoto</strong></p>
<p>Agustus 2020 21 x 14.85 x 1.5 cm, <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Mengembalikan Budaya Belajar\nKebijaksanaan Klasik di Era Kiwari\nPenulis: Iwan Pranoto\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xiv+160\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-623-66320-0-0\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">xiv+160</span> hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Mengembalikan Budaya Belajar\nKebijaksanaan Klasik di Era Kiwari\nPenulis: Iwan Pranoto\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xiv+160\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-623-66320-0-0\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">978-623-66320-0-0</span><br />
Berat: 400 gr<br />
Penerbit: Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Cover: Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/">Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sutra Si Bijak dan Si Dungu &#8211; Teladan Luhur untuk Si Buah Hati</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[paopao]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 06:19:55 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7090</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibu harimau kelaparan dan akan memakan anak-anaknya! Bagaimana Pangeran Mahasatwa yang welas asih akan bertindak?</p>
<p>Pangeran Swasti mendermakan dagingnya kepada orang tuanya demi keberlangsungan hidup mereka. Apa yang membuat Pangeran melakukan hal itu? Apakah dia menyesali perbuatannya?<br />
Memperkenalkan dan mengajarkan nilai-nilai moralitas dan kebajikan kepada anak menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dewasa ini. Sutra Si Bijak dan Si Dungu telah berabad-abad lamanya menjadi sumber inspirasi, instruksi, dan sukacita bagi yang membacanya. Dalam buku ini, Sutra ini disajikan kembali dalam bahasa yang ramah dan sederhana, sehingga dapat dijadikan sebagai media memperkenalkan Buddhadharma kepada buah hati sejak usia dini.</p>
<p>Tiga belas kisah teladan Sang Buddha dalam buku ini tidak hanya dengan apik dikemas menjadi pengantar tidur si kecil belaka, tapi juga akan mempererat hubungan orang tua dengan si kecil, membantu perkembangan karakter anak menjadi lebih bijak dan bajik seperti penanaman toleransi, empati dan welas asih pada sesama, dan menumbuhkan semangat dalam bersikap yang benar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/">Sutra Si Bijak dan Si Dungu &#8211; Teladan Luhur untuk Si Buah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sutra Si Bijak dan Si Dungu </strong><br />
<strong>Teladan Luhur untuk Si Buah Hati</strong></p>
<p><strong>Oleh Stanley Khu<br />
Ilustrasi oleh </strong></p>
<p>Cetakan I,<br />
Mei 2020 21 x 21 x 1,5 cm, 132 hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;978-623-91433-4-3&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">978-623-91433-4-3</span><br />
Berat: 270 gr<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">Penerbit : Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara</span><br />
Cover : Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/">Sutra Si Bijak dan Si Dungu &#8211; Teladan Luhur untuk Si Buah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untaian Kelahiran Yang Berharga : Riwayat Bodhisatwa Sadraprarudita dan Guru Suwarnadwipa</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[paopao]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 11:31:04 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=4554</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Mengenali dengan akrab riwayat dan semangat tokoh-tokoh yang berjuang dalam mempraktikkan Dharma merupakan hal baik yang mampu menjadi rujukan bagi kita untuk menumbuhkembangkan keyakinan dan mengikuti teladan mereka. Kisah dari kedua tokoh dalam buku ini, Bodhisatwa Sadaprarudita dan Guru Suwarnadwipa Dharmakirti, diharapkan dapat menuntun para pembaca agar lebih berjuang dan terinspirasi untuk mengikuti jalan serta mencapai realisasi yang sama seperti para sosok agung ini.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Cerita mengenai Bodhisatwa Sadaprarudita dapat ditemukan dalam berbagai Sutra Prajnaparamita. Alasannya, kisah ini menunjukkan semangat bajik tanpa kenal lelah sang tokoh dalam usahanya memahami ajaran prajnaparamita. Dengan tekad yang tak tergoyahkan, beliau bahkan rela menjual potongan tubuhnya demi memohon ajaran kepada sang Guru perihal ajaran penyempurnaan kebijaksanaan yang begitu luas dan mendalam.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Di sisi lain, Guru Suwarnadwipa Dharmakirti adalah seorang guru besar yang mengajar di Sumatra pada abad ke-10. Beliau merupakan pangeran dari silsilah dinasti Syailendra yang memegang peranan historis sebagai guru yang mengajarkan batin pencerahan (bodhicita) kepada Atisha Dipamkara Srijnana, seorang guru besar yang kelak mereformasi Buddhisme di Tibet dari penyimpangan dan kekeliruan tafsir ajaran.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pembahasan dua tokoh inspiratif ini tidak bisa lepas dari sosok Guru Dagpo Rinpoche. Beliau merupakan guru agung pemegang silsilah bodhicita yang diyakini sebagai kelahiran kembali dari dua tokoh besar tersebut. Oleh karena itu, penerbitan buku ini juga salah satunya untuk memperingati Tri Dasawarsa Cipta, Karsa, dan Karya Guru Dagpo Rinpoche di Indonesia."</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/">Untaian Kelahiran Yang Berharga : Riwayat Bodhisatwa Sadraprarudita dan Guru Suwarnadwipa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul: Untaian Kelahiran yang Berharga</strong></p>
<p>Penulis: Lobsang Gyatso &amp; Stanley Khu<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Latihan Batin Laksana Sinar Mentari, Sebuah Instruksi Hati dari Guru SuwarnadwipanPenulis: Nam-kha PelnPenerbit: Penerbit Kadam ChoelingnUkuran: 148 x 210 mmnJumlah Halaman: nCover: Soft CovernISBN: 978-602-8888-26-4nTerbit: &quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:[null,2,6710886],&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Penerbit: Penerbit Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman : 108<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-623-91433-0-5<br />
Berat : 120 Gram<br />
Terbit: 2019<br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/">Untaian Kelahiran Yang Berharga : Riwayat Bodhisatwa Sadraprarudita dan Guru Suwarnadwipa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
