Product Tag - Dagpo Rinpoche

  • 0 out of 5

    Bodhipathapradipa

    Bodhipathapradipa merupakan teks akar dari Tahapan Jalan Menuju Pencerahan yang memadatkan inti seluruh ajaran Buddha dan telah membawa banyak orang mencapai pencerahan. Teks ini dibuat oleh Atisha Dipamkara Srijnana, seorang pandit besar Buddhis dari India sebagai upaya untuk menegakkan kembali ajaran Buddhis yang pada saat itu mengalami kemunduran. Beliau merupakan tokoh penting dalam penyebaran Agama Buddha pada abad ke-11 di Asia. Beliau juga pernah melakukan perjalanan ke Kerajaan Sriwijaya (Indonesia) dan menetap selama 13 tahun untuk belajar Buddhadharma dari Suwarnadwipa Dharmakirti (Serlingpa). Beliau merupakan sumber inspirasi bagi pemikiran Buddhis dari Tibet sampai Sumatra (Indonesia).

  • 0 out of 5

    Buddhisme & Kebahagiaan

    Ini merupakan buku yang tepat dibaca jika Anda ingin mengetahui landasan dan arah dari Buddhisme yaitu semata-mata untuk mencapai kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Hal ini dijelaskan dengan gamblang dan terstruktur oleh Dagpo Rinpoche dari mulai kebahagiaan tingkat awal hingga tingkat tertinggi.

    Rp15.000,00
  • 0 out of 5

    Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas

    Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan. Keempat kemuliaan tanpa batas meliputi keseimbangan batin tanpa batas (upeksha), cinta kasih tanpa batas (maitri), welas asih tanpa batas (karuna), dan sukacita tanpa batas (mudita). Batin dengan 4 Kemuliaan Tanpa Batas akan membawa manfaat yang sangat besar dan berharga. Bagaimana kualitas keseimbangan batin dapat membawa manfaat besar yaitu kebahagiaan bagi kita? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali harus menghadapi masalah-masalah yang muncul dan tidak mendapatkan hal yang kita inginkan. Terkadang, kita menjadi frustrasi, sementara di sisi lain kita harus menghadapi kejadian yang tidak diinginkan sekaligus tidak menyenangkan. Sangat penting untuk mengetahui sumber dari masalah-masalah ini. Mungkin ada jawaban yang berbeda-beda, tetapi berdasarkan Buddhisme, pengalaman-pengalaman yang kita alami, baik ataupun buruk, muncul sebagai akibat dari berbagai karma yang telah kita perbuat. Dengan kata lain, masalah atau penderitaan yang kita alami adalah hasil dari karma buruk kita, sedangkan pengalaman menyenangkan yang kita alami adalah hasil dari karma baik kita. Lebih lanjut, buku ini menyajikan bagaimana menumbuhkan kualitas-kualitas lainnya dalam halaman-halaman berikutnya. Semua kualitas itu akan membuat kita lebih bahagia dan jauh dari penderitaan emosional maupun fisik.

  • 0 out of 5

    Janji Setia Bodhisatwa

    Buku ini merupakan salah satu teks penjelasan tentang sumpah bodhisatwa yang paling jelas dan paling  banyak dirujuk oleh para praktisi mahayana di dunia masa kini.

    Karya ini menyajikan penjelasan oleh Dagpo Rinpoche mengenai topik ikrar Bodhisatwa. Menerapkan ikrar Bodhisatwa dapat meningkatkan cara berpikir kita dan meredakan hal negatif secara bertahap. Cara ini akan membuat kita lebih tenang, bahagia, dan damai, semua ini tentu akan membawa efek positif terhadap orang-orang yang berhubungan dengan kita. Mengambil ikrar berarti berkomitmen pada sebuah cara untuk mengembangkan diri dengan mementingkan kesejahteraan makhluk lain serta membimbing kita mencapai pencerahan secara bertahap.

    Temukan panduan hidup berwelas asih layaknya Bodhisatwa yang berjuang untuk meraih kebahagiaan tertinggi untuk diri kita sendiri dan orang lain dalam buku ini!

    Rp80.000,00
  • Out of stock
    0 out of 5

    Jika Hidupku Tinggal Sehari

     

    Buddha mengatakan,

    “Sekarang kehidupanmu mendekati akhir,

    dan engkau telah mulai berjalan ke arah raja kematian.

    Tidak ada tempat berhenti bagimu diperjalanan,

    sedang engkau belum memiliki bekal untuk perjalananmu.”

    – Dhammapada 237 –

     

    Jika Hidupku Tinggal Sehari

    Apakah yang bisa kuperbuat?

    Apakah aku siap?

  • 0 out of 5

    Karma

    Buku ini berisi transkrip ajaran dari Guru Agung Yang Mulia Dagpo Rinpoche tentang hukum sebab-akibat atau hukum karma. Membaca buku ini Anda mungkin akan menemukan suatu konsep hukum karma yang baru yang belum pernah Anda dengar atau pelajari sebelumnya. Membahas mengenai sifat-sifat umum hukum karma beserta jalan karma yang lengkap, baik karma hitam maupun karma putih, serta akibat-akibat yang akan menyertainya.

    Rp25.000,00
  • 0 out of 5

    Karma dan Akibatnya

  • Hot
    0 out of 5

    Kesabaran Penawar Kemarahan

    Saat seseorang menyakiti kita, kita tidak menanggapi secara negatif. Inilah kesabaran.

    Saat kita sedang menderita, karena orang lain menyakiti kita atau karena bentuk penderitaan lainnya, kesabaranlah yang membuat kita tidak dikuasai oleh masalah.

    Saat kesulitan timbul ketika kita berjuang mempraktikkan Dharma, kita bertahan dengan kesulitan ini dan tidak dikacaukan oleh mereka. Inilah kesabaran.

    Bagaimana melatihnya? Temukan jawabannya dalam buku ini.

  • 0 out of 5

    Lamrim: Intisari Tripitaka

    Tak peduli seberapa banyaknya variasi dari ajaran yang diberikan oleh Buddha, semua variasi ajaran Buddha tersebut hanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghentikan penderitaan semua makhluk dan menuntun mereka semua pada kebahagiaan yang tertinggi atau kebahagiaan yang sejati. Guru Atisha merangkum dan menyusun ajaran Buddha tersebut dalam suatu karya yang lengkap dan sistematis, yang menjadi dasar dari karya-karya Tahapan Jalan (Lamrim) sehingga siapa pun dapat dengan mudah mempelajari ajaran Buddha. Buku ini memberikan penjelasan tentang Lamrim secara singkat dan rinci.

  • 0 out of 5

    Permata Hati

    Rp30.000,00
  • 0 out of 5

    Pratityasamutpada: 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan

    Sang Buddha mengajarkan bagaimana kita berputar-putar di dalam samsara dan bagaimana kita dapat membebaskan diri dengan berbagai cara. Ada dua jalan utama untuk membebaskan diri dari samsara, yang pertama adalah Empat Kebenaran Arya dan yang kedua yaitu Pratityasamutpada (12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan).

    Nagarjuna, seorang filsuf Buddhis dari Nalanda, menyamakan ajaran 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan sebagai harta karun yang paling berharga di antara semua harta. Hal ini dikarenakan semua aspek dan berbagai kendaraan ajaran Buddha akan dihubungkan kembali dengan 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan ini. Seluruh ajaran Mahayana dipadatkan di dalamnya, begitu pula dengan seluruh ajaran Therawada. Dengan mempelajari 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan ini, kita dapat memahami penyebab keberadaan semua makhluk di dalam samsara, dan tentang tata cara untuk terbebas dari lingkaran keberadaan ini.

  • 0 out of 5

    Pujian Dewa Dewi Tushita Gahden Lha Gyama: Penjelasan Praktik Guru Yoga Je Tsongkhapa

    Rp0,00