<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sejarah &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<atom:link href="https://store.lamrimnesia.com/product-tag/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<description>Find your Pathway here!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 03:30:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://store.lamrimnesia.com/wp-content/uploads/2016/09/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>sejarah &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 07:40:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7808</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. \r\n\r\nSebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.\r\n\r\nBuku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.\r\n\r\n\r\nLidah buku (depan):\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.\r\n\r\nLidah buku (belakang):\r\nDunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.\r\n– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2\r\n\r\nIni adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.\r\n– CMK, The Assam Tribune, 1979\r\n\r\nSaya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.\r\n– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982\r\n\r\nUpaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.\r\n– Lokesh Chandra\r\n\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}">Buku Sejarah Buddhis - Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu.</span></p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku sejarah Buddhis ini di Buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.</p>
<p>Lidah buku (depan):<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.</p>
<p>Lidah buku (belakang):<br />
Dunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.<br />
– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2</p>
<p>Ini adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.<br />
– CMK, The Assam Tribune, 1979</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.<br />
– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982</p>
<p>Upaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.<br />
– Lokesh Chandra</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p>&#160;</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/">https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/</a></p>
<p>Dapatkan artikel dan berita Buddhis terkini di <a href="https://lamrimnesia.org/">https://lamrimnesia.org/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p><strong>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</strong></p>
<p>Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: xx+146<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-28-8<br />
Terbit: 2021</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/penyambung-lidah-rakyat/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/penyambung-lidah-rakyat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[paopao]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 10:50:47 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=2052</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Terjemahan karya Cindy Adams mengenai autobiografi Bung Karno ini telah mengalami dicetak ulang berkali-kali sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1966. Namun, di kemudian hari baru diketahui ternyata terdapat banyak kesalahan terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman di antara beberapa tokoh nasional kita. Karena itu saya menyambut baik penerbitan edisi revisi dari terjemahan karya Cindy Adams ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno."</p>
<p>&#160;</p>
<p>Guntur Soekarno Putra<br />
Ketua Dewan Pendiri Yayasan Bung Karno</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>"Sebenarnya pihak keluarga tidak yakin kalimat melecehkan para pemimpin bangsa itu berasal dari Bung Karno. Bahkan Guntur Soekarno Putra pernah menuturkan, ketika Bung Karno tahu bahwa dalam sebuah pembacaan naskah proklamasi nama Bung Hatta tidak disebut, Bung Karno marah. Dengan diterbitkannya edisi revisi, masyarakat tidak perlu ragu lagi bahwa buku ini merupakan terjemahan yang autentik dari buku asli yang ditulis Cindy Adams."</p>
<p>&#160;</p>
<p>Guruh Sukarno Putra<br />
Ketua Umum Yayasan Bung Karno</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>"Saya merasa bangga bahwa saya ikut serta pada permulaan dari ditulisnya buku ini. Buku ini amat menarik dan penting, karena melalui buku ini maka terbukalah bagi dunia untuk mengenal Sukarno sebagaimana kawan-kawannya yang terdekat mengenalnya--masa mudanya, masa bertahun-tahun dalam penjara, perjuangannya, dan pandangannya tentang masalah-masalah dunia. Buku ini mengungkapkan sifat dan jiwa beliau secara menyeluruh."</p>
<p>&#160;</p>
<p>Howard P. Jones<br />
Mantan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/penyambung-lidah-rakyat/">Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia</strong><br />
Oleh Cindy Adams</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cetakan V, Februari 2018<br />
24 × 16 cm 432 hlm<br />
Berat buku : 500 gr<br />
ISBN: 978-979-911-451-8<br />
Penerbit NARASI bekerjasama dengan YBK<br />
Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/penyambung-lidah-rakyat/">Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/penyambung-lidah-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia di Mata India: Kala Tagore Melawat ke Nusantara</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/indonesia-di-mata-india/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/indonesia-di-mata-india/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oktafian.fedrik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 03:30:44 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=2010</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Sejauh manakah kita menghargai negeri kita Indonesia? Bagaimanakah bangsa lain melihat Indonesia?\r\n\r\nTemukan sudut pandang baru dalam melihat Indonesia lewat buku:\r\n*Indonesia di Mata India*\r\nKala Tagore Melawat ke Nusantara\r\nOleh Iwan Nurdaya-Djafar\r\n\r\nBuku ini merupakan antologi dari semua tulisan dan buah pemikiran Rabindranath Tagore, yang melawat ke Indonesia untuk mencatat dampak sinambung budaya India kuno di Indonesia. Dalam buku ini, tertuang juga 4 puisi bertema Indonesia yang digubah oleh Tagore yang diterbitkan dengan judul “Surat-Surat dari Seorang Pelancong ke Jawa.” Lewat buku ini, kita disadarkan akan kejayaan yang pernah kita alami sebagai sebuah bangsa – kejayaan yang mendorong Tagore untuk menempuh perjalanan jauh demi melihat bagaimana budaya bangsanya, India, telah begitu dilestarikan dan dihargai oleh bangsa kita.\n\n\n\nBuku masih dalam proses pencetakan.\nDapatkan Diskon Pre Order sebesar 20% hanya s.d. 25 Oktober 2018!!\nEstimasi pengiriman buku: 30 Oktober 2018.&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:769,&#34;3&#34;:[null,0],&#34;11&#34;:4,&#34;12&#34;:0}">Sejauh manakah kita menghargai negeri kita Indonesia? Bagaimanakah bangsa lain melihat Indonesia?</span></p>
<p>&#160;</p>
<p>Temukan sudut pandang baru dalam melihat Indonesia lewat buku:<br />
<strong>Indonesia di Mata India</strong><br />
<strong>Kala Tagore Melawat ke Nusantara</strong><br />
Oleh Iwan Nurdaya-Djafar</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku ini merupakan antologi dari semua tulisan dan buah pemikiran Rabindranath Tagore, yang melawat ke Indonesia untuk mencatat dampak sinambung budaya India kuno di Indonesia. Dalam buku ini, tertuang juga 4 puisi bertema Indonesia yang digubah oleh Tagore yang diterbitkan dengan judul “Surat-Surat dari Seorang Pelancong ke Jawa.” Lewat buku ini, kita disadarkan akan kejayaan yang pernah kita alami sebagai sebuah bangsa – kejayaan yang mendorong Tagore untuk menempuh perjalanan jauh demi melihat bagaimana budaya bangsanya, India, telah begitu dilestarikan dan dihargai oleh bangsa kita.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku masih dalam proses pencetakan.<br />
Dapatkan <strong>Diskon Pre Order sebesar 20%</strong> hanya s.d. <strong>30 Oktober 2018!!</strong><br />
Estimasi pengiriman buku: <strong>2 November 2018.</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/indonesia-di-mata-india/">Indonesia di Mata India: Kala Tagore Melawat ke Nusantara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indonesia di Mata India</strong><br />
Kala Tagore Melawat ke Nusantara<br />
Oleh Iwan Nurdaya-Djafar</p>
<p>Cetakan I, Oktober 2018<br />
21×14,8×2.6cm<br />
418 hlm<br />
ISBN: 978-602-61592-4-3<br />
Penerbit Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara<br />
Soft Cover</p>
<p>Berat: 400 gr</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/indonesia-di-mata-india/">Indonesia di Mata India: Kala Tagore Melawat ke Nusantara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/indonesia-di-mata-india/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
