<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lamrimnesia &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<atom:link href="https://store.lamrimnesia.com/product-tag/lamrimnesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<description>Find your Pathway here!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 04:09:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://store.lamrimnesia.com/wp-content/uploads/2016/09/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>lamrimnesia &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 07:54:57 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa) Penulis: Satya Kumari Jayawardhani Penerbit: Penerbit Saraswati Ukuran: 220 x 150 mm Jumlah Halaman: x + 247 hlm Cover: Soft Cover ISBN: 978-602-52772-4-5 Terbit: 2019 Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/">Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)\nPenulis: Satya Kumari Jayawardhani\nPenerbit: Penerbit Saraswati\nUkuran: 220 x 150 mm\nJumlah Halaman: x + 247 hlm\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-602-52772-4-5\nTerbit: 2019&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)<br />
Penulis: Satya Kumari Jayawardhani<br />
Penerbit: Penerbit Saraswati<br />
Ukuran: 220 x 150 mm<br />
Jumlah Halaman: x + 247 hlm<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-52772-4-5<br />
Terbit: 2019</span></p>
<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah kelahirannya, berbagai perwujudannya, pertolongan yang diulurkannya, serta tata cara menghaturkan puja kepadanya. Anda layak mengetahui keberadaan sebenarnya akan Dewi Tara, yang sangat erat hubungannya dengan tanah Nusantara, sebab para leluhur sejak masa lalu sudah memuja beliau. Bukti historis nyata ditemukan di Kerajaan Medang (Mataram Kuno), di mana sebuah tempat pemujaan Dewi Tara telah dibangun oleh seorang raja bernama Rakai Panangkaran pada 700 Tahun Saka. Situs ini sekarang dikenal dengan nama Candi Kalasan. Tidak hanya itu, Dewi Tara, sosok yang dekat laksana seorang ibu, juga tercantum di pustaka kuno lontar Nusantara yang berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.\r\n\r\nThis divining manual reveals the stories related to the existence of Tara, the Compassionate Saviouress. This literature explores the details on who is Tara, her birth stories, her different manifestations, types of aids that she confers, and the way to present praises and offerings to her. Readers are entitled to know the reality of this particular deity called Tara, who possess a strong connection with Nusantara soils, since the ancestors of these area had been worshipping her for long period of time. Real historical evidence is found in Medang Kingdom (Old Mataram), where a worshipping site for Tara had been offered by a king called Rakai Panangkaran at 700 Saka Year. This location is nowadays known as Kalasan Temple (Candi Kalasan). Moreover, Tara, a deity whose presence felt very close like a mother, also stated in the nusantara ancient lontar literature titled Sang Hyang Kamahayanikan. \r&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah kelahirannya, berbagai perwujudannya, pertolongan yang diulurkannya, serta tata cara menghaturkan puja kepadanya. Anda layak mengetahui keberadaan sebenarnya akan Dewi Tara, yang sangat erat hubungannya dengan tanah Nusantara, sebab para leluhur sejak masa lalu sudah memuja beliau. Bukti historis nyata ditemukan di Kerajaan Medang (Mataram Kuno), di mana sebuah tempat pemujaan Dewi Tara telah dibangun oleh seorang raja bernama Rakai Panangkaran pada 700 Tahun Saka. Situs ini sekarang dikenal dengan nama Candi Kalasan. Tidak hanya itu, Dewi Tara, sosok yang dekat laksana seorang ibu, juga tercantum di pustaka kuno lontar Nusantara yang berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.</span></p>
<p>This divining manual reveals the stories related to the existence of Tara, the Compassionate Saviouress. This literature explores the details on who is Tara, her birth stories, her different manifestations, types of aids that she confers, and the way to present praises and offerings to her. Readers are entitled to know the reality of this particular deity called Tara, who possess a strong connection with Nusantara soils, since the ancestors of these area had been worshipping her for long period of time. Real historical evidence is found in Medang Kingdom (Old Mataram), where a worshipping site for Tara had been offered by a king called Rakai Panangkaran at 700 Saka Year. This location is nowadays known as Kalasan Temple (Candi Kalasan). Moreover, Tara, a deity whose presence felt very close like a mother, also stated in the nusantara ancient lontar literature titled Sang Hyang Kamahayanikan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/">Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 06:24:52 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8862</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Dari perspektif uniknya sebagai seorang cendekiawan akademik dan biksu, Bhikkhu Anālayo menyajikan sebuah penjelasan menyeluruh tentang doktrin Buddhis awal terhadap kelahiran kembali dan perdebatan tentangnya di India kuno dan Tiongkok kekaisaran awal. Beliau juga menyertakan analisis yang tajam dari berbagai fenomena beberapa orang yang telah menjadi bukti adanya kelahiran kembali. Buku ini adalah bacaan penting bagi siapa pun yang tertarik dengan topik-topik menarik ini.” -- Evan Thompson, penulis Waking, Dreaming, Being: Self and Consciousness in Neuroscience, Meditation, and Philosophy</p>
<p>“Bhikkhu Anālayo menawarkan studi terperinci tentang doktrin kelahiran kembali Buddhis yang banyak diperdebatkan dan survei bukti yang relevan. Dia juga menyelidiki pelantunan Pali dari Dhammaruwan, yang pada usia yang sangat muda akan secara spontan melantunkan Sutra-sutra Buddhis kuno dan kompleks. Saya pertama kali bertemu Dhammaruwan ketika dia berusia tujuh tahun, ketika guru saya, Anagarika Munindraji, dan saya mengunjungi dia dan keluarganya di Sri Lanka. KELAHIRAN KEMBALI: dalam Buddhisme Awal dan Riset Terkini menjelaskan topik yang kompleks dengan kejelasan dan pemahaman yang luar biasa.” -- Joseph Goldstein, penulis Mindfulness: A Practical Guide to Awakening</p>
<p>“Bhikkhu Anālayo bergerak dengan mudah dari presentasi yang mencerahkan tentang konsepsi Buddhis klasik tentang kelahiran dan kematian menuju penyelidikan yang cermat atas laporan paranormal yang meskipun mengundang perdebatan, namun menarik. Dengan melakukan hal ini, cendekiawan monastik yang terpelajar dan dermawan secara intelektual ini menawarkan instruksi sejarah dan filologis yang masuk akal. Pada saat yang sama, beliau juga membawa kembali kebijaksanaan Buddhis yang hakiki tentang menghadapi kematian dengan penuh perhatian dan harapan yang tenang. Sebuah studi yang menarik.” -- Carol Zaleski, penulis Otherworld Journeys: Accounts of Near-Death Experience in Medieval and Modern Times dan The Life of the World to Come</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/">Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul: Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &amp; Riset Terkini<br />
Penulis: Bhikkhu Anālayo<br />
Penerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Ukuran: 21 x 14.8 x 1.2 mm<br />
Jumlah Halaman: xxii+370<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-623-6632-08-6<br />
Terbit: 2022</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/">Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 07:40:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7808</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. \r\n\r\nSebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.\r\n\r\nBuku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.\r\n\r\n\r\nLidah buku (depan):\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.\r\n\r\nLidah buku (belakang):\r\nDunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.\r\n– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2\r\n\r\nIni adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.\r\n– CMK, The Assam Tribune, 1979\r\n\r\nSaya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.\r\n– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982\r\n\r\nUpaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.\r\n– Lokesh Chandra\r\n\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}">Buku Sejarah Buddhis - Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu.</span></p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku sejarah Buddhis ini di Buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.</p>
<p>Lidah buku (depan):<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.</p>
<p>Lidah buku (belakang):<br />
Dunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.<br />
– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2</p>
<p>Ini adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.<br />
– CMK, The Assam Tribune, 1979</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.<br />
– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982</p>
<p>Upaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.<br />
– Lokesh Chandra</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p>&#160;</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/">https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/</a></p>
<p>Dapatkan artikel dan berita Buddhis terkini di <a href="https://lamrimnesia.org/">https://lamrimnesia.org/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p><strong>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</strong></p>
<p>Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: xx+146<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-28-8<br />
Terbit: 2021</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2020 07:48:38 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7720</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku pikir adalah sebuah kewajiban moral bagi generasi muda yang baru terbit dan generasi tua yang hampir terbenam (terutama yang mengaku diri sebagai Buddhis) untuk menilai dan mengomentari apa-apa saja yang benar dan keliru dalam buku ini.</p>
<p>Buku ini ditulis bukan dengan tujuan propaganda tertentu, karena jamaknya propaganda alergi pada kritikan. Tetapi, kalaupun tulisan-tulisan dalam buku ini dianggap sebagai propaganda terselubung, maka setidaknya anggaplah mereka sebagai sebuah polemik, sebuah niat tulus untuk memulai perbincangan soal situasi pelik yang dialami oleh manusia Indonesia, terutama Buddhisnya.</p>
<p>Apa pasalnya sebuah polemik harus dimulai? Mari kita tanyakan pada Buddhis di Indonesia secara umum. Kita tidak bisa membantah bahwa Buddhisme, terlepas dari kebesarannya di masa lampau, kini hanyalah sebuah minoritas di Indonesia. Dan selayaknya sebuah minoritas, kita mungkin mengira bahwa Buddhis di Indonesia akan solid, padat berisi menyokong satu sama lain. Sayangnya, tidak demikian kasusnya. Tanpa memaklumi bahwa hanya mayoritas yang punya privilese untuk tarik urat satu sama lain, Buddhis di Indonesia malah gontok-gontokan tak keruan, tak sadar bahwa jumlah mereka semakin merosot dan di ambang kepunahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/">Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengembalikan Budaya Belajar<br />
Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari<br />
Oleh Iwan Pranoto</strong></p>
<p>Agustus 2020 21 x 14.85 x 1.5 cm, <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Mengembalikan Budaya Belajar\nKebijaksanaan Klasik di Era Kiwari\nPenulis: Iwan Pranoto\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xiv+160\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-623-66320-0-0\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">xiv+160</span> hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Mengembalikan Budaya Belajar\nKebijaksanaan Klasik di Era Kiwari\nPenulis: Iwan Pranoto\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xiv+160\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-623-66320-0-0\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">978-623-66320-0-0</span><br />
Berat: 400 gr<br />
Penerbit: Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Cover: Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/">Mengembalikan Budaya Belajar, Kebijaksanaan Klasik di Era Kiwari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/mengembalikan-budaya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[listya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2020 03:59:35 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika kita melatih hati dan batin untuk peduli terhadap diri sendiri dan berwelas asih terhadap orang lain, manfaatnya akan meluas ke semua aspek kehidupan kita. Studi ilmiah terkini mengungkapkan bahwa melatih welas asih dapat memberikan manfaat pada kesehatan, seperti menghilangkan stres dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Kendati demikian, kebanyakan dari kita takut untuk berwelas asih, karena banyak yang percaya bila kita berwelas asih kepada orang lain, kita akan dimanfaatkan; dan jika kita terlalu baik terhadap diri sendiri, pencapaian kita akan berkurang.</p>
<p>Dalam buku ini, Thupten Jinpa, Ph.D.–penerjemah bahasa Inggris utama Y.M.S. Dalai Lama XIV, pendiri dan kepala Compassion Institute, dan penggagas utama Compassion Cultivation Training™ (CCT ©)--menawarkan sebuah program spiritual yang praktis untuk membantu banyak orang mengembangkan batin serta kualitas hidup mereka.</p>
<blockquote><p><em>“Hati Tanpa Gentar menunjukkan bagaimana melatih welas asih dapat memiliki dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Saya memuji Thupten Jinpa, orang yang sejak lama telah menjadi penerjemah bahasa Inggris saya, karena menulis buku mengenai welas asih dan cara mengembangkannya pada waktu yang tepat.”</em> – Y.M.S. Dalai Lama XIV</p>
<p>“Saya menyukai kepraktisan Jinpa dalam membawa konsep welas asih dari alam pikir ideal ke dalam realitas kacau bernama keseharian hidup manusia. Hati Tanpa Gentar bisa jadi merupakan salah satu buku terpenting di masa-masa sulit ini.” – Richard Gere</p></blockquote>
<p>Buku ini menjelaskan banyak aspek welas asih yang praktis dari sudut pandang psikologi Buddhis dan Barat. Yuk, miliki segera bukunya!</p>
<p>Tersedia juga dalam<a href="https://play.google.com/store/books/details?id=E2fvDwAAQBAJ"> versi G-Books</a> lho~</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/">Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hati Tanpa Gentar &#8211; Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</strong></p>
<p><strong>Oleh <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Thupten_Jinpa">Thupten Jinpa</a></strong></p>
<p>Disunting oleh Stanley Khu &amp; Shierlen Octavia</p>
<p>Cetakan I,<br />
Agustus 2020 21 x 14.85 x 3 cm, xxx+ 274 hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;978-623-91433-4-3&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">978-623-91433-8-1</span><br />
Berat: 400 gr<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">Penerbit: Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara</span><br />
Cover: Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/">Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertuhan, Beragama, dan Hal-Hal Lain yang Belum Selesai</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/bertuhan-beragama-dan-hal-hal-lain-yang-belum-selesai/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/bertuhan-beragama-dan-hal-hal-lain-yang-belum-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[paopao]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 04:58:33 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku pikir adalah sebuah kewajiban moral bagi generasi muda yang baru terbit dan generasi tua yang hampir terbenam (terutama yang mengaku diri sebagai Buddhis) untuk menilai dan mengomentari apa-apa saja yang benar dan keliru dalam buku ini.</p>
<p>Buku ini ditulis bukan dengan tujuan propaganda tertentu, karena jamaknya propaganda alergi pada kritikan. Tetapi, kalaupun tulisan-tulisan dalam buku ini dianggap sebagai propaganda terselubung, maka setidaknya anggaplah mereka sebagai sebuah polemik, sebuah niat tulus untuk memulai perbincangan soal situasi pelik yang dialami oleh manusia Indonesia, terutama Buddhisnya.</p>
<p>Apa pasalnya sebuah polemik harus dimulai? Mari kita tanyakan pada Buddhis di Indonesia secara umum. Kita tidak bisa membantah bahwa Buddhisme, terlepas dari kebesarannya di masa lampau, kini hanyalah sebuah minoritas di Indonesia. Dan selayaknya sebuah minoritas, kita mungkin mengira bahwa Buddhis di Indonesia akan solid, padat berisi menyokong satu sama lain. Sayangnya, tidak demikian kasusnya. Tanpa memaklumi bahwa hanya mayoritas yang punya privilese untuk tarik urat satu sama lain, Buddhis di Indonesia malah gontok-gontokan tak keruan, tak sadar bahwa jumlah mereka semakin merosot dan di ambang kepunahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/bertuhan-beragama-dan-hal-hal-lain-yang-belum-selesai/">Bertuhan, Beragama, dan Hal-Hal Lain yang Belum Selesai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bertuhan, Beragama, dan Hal-Hal Lain yang Belum Selesai<br />
</strong><strong>Sebuah Perspektif Buddhis Indonesia</strong></p>
<p><strong>Oleh Bhadra Ruci<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Rahasia BahagiarnKebahagiaan Universal, Mungkinkah?nPenulis: nPenerbit: Penerbit Padi EmasnUkuran: 148 x 210 mmnJumlah Halaman: xvi+127nCover: Soft CovernISBN: 978-602-52501-6-3nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:[null,2,6710886],&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]"><br />
</span></strong>Agustus 2020 21 x 14.85 x 3 cm, <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Bertuhan, Beragama, Dan Hal-Hal Yang Belum Selesai: Sebuah Perspektif Buddhis Indonesia\nPenulis: Bhadra Ruci\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xviii+242\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-602-61592-7-4\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">xviii+242</span> hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Bertuhan, Beragama, Dan Hal-Hal Yang Belum Selesai: Sebuah Perspektif Buddhis Indonesia\nPenulis: Bhadra Ruci\nPenerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara\nUkuran: 148 x 210 mm\nJumlah Halaman: xviii+242\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-602-61592-7-4\nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">978-602-61592-7-4</span><br />
Berat: 400 gr<br />
Penerbit: Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Cover: Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/bertuhan-beragama-dan-hal-hal-lain-yang-belum-selesai/">Bertuhan, Beragama, dan Hal-Hal Lain yang Belum Selesai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/bertuhan-beragama-dan-hal-hal-lain-yang-belum-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Duka dan Terbebas Darinya : Sebuah Ulasan atas Empat Kebenaran Arya</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/memahami-duka/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/memahami-duka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[paopao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 09:30:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=2484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah petikan di Uttaratantra, Arya Maitreya berkata "Sakit adalah sesuatu yang harus dikenali. Jika kita tidak tahu kalau kita sakit, kita takkan mau minum obat, mencari dokter, dan lain-lain untuk menjadi lebih baik." Akan tetapi, seberapa sadarkah kita tentang sakit karena samsara yang kita alami?</p>
<p>&#160;</p>
<p>Saat beraktivitas, kita sering kali menghabiskan waktu untuk mengamati hal-hal yang terjadi diluar diri dan menyalahkan orang lain atas ketidaknyamanan yang kita rasakan. Padahal, masalah terjadi karena kita kurang mengamati batin yang penuh dengan kleshayang menyakiti kita. Kita sering kali gagal mengenali 'kebenaran ihwal penderitaan'. Dari 84 ribu aspek Dharma yang sudah dibabarkan Buddha, Empat Kebenaran Arya merupakan intisari ajaran yang akan membantu kita untuk mengenali penderitaan dan memperoleh jalan menuju kebahagiaan sejati.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku ini hadir untuk memberikan penjelasan mengenai duka sebagai hakikat dari keberadaan kita di dalam samsara, asal-mula duka, lenyapnya duka, dan jalan menuju lenyapnya duka dengan merenungkan kematian, mengenai karma dan klesha, serta mengatasi kemelekatan. Pada akhirnya, perenungan topik Empat Kebenaran Arya tidak hanya akan membangkitkan tekad untuk senantiasa menumbuhkan faktor mental bajik, tetapi juga mendorong kita menjadi sosok berkapasitas sempurna yang mampu membebaskan semua makhluk dari penderitaan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/memahami-duka/">Memahami Duka dan Terbebas Darinya : Sebuah Ulasan atas Empat Kebenaran Arya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul: Memahami Duka dan Terbebas Darinya, Sebuah Ulasan atas Empat Kebenaran Arya</strong></p>
<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Latihan Batin Laksana Sinar Mentari, Sebuah Instruksi Hati dari Guru SuwarnadwipanPenulis: Nam-kha PelnPenerbit: Penerbit Kadam ChoelingnUkuran: 148 x 210 mmnJumlah Halaman: nCover: Soft CovernISBN: 978-602-8888-26-4nTerbit: &quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:[null,2,6710886],&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Penulis: Dagpo Rinpoche<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: 132 hlm<br />
Cover: Soft Cover<br />
Berat : 140 Gram<br />
ISBN: 978-602-52501-4-9<br />
Terbit: 2019</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/memahami-duka/">Memahami Duka dan Terbebas Darinya : Sebuah Ulasan atas Empat Kebenaran Arya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/memahami-duka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
