<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buddhis &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<atom:link href="https://store.lamrimnesia.com/product-tag/buddhis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<description>Find your Pathway here!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 04:09:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.8</generator>

<image>
	<url>https://store.lamrimnesia.com/wp-content/uploads/2016/09/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Buddhis &#8211; Lamrimnesia Store</title>
	<link>https://store.lamrimnesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 07:54:57 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa) Penulis: Satya Kumari Jayawardhani Penerbit: Penerbit Saraswati Ukuran: 220 x 150 mm Jumlah Halaman: x + 247 hlm Cover: Soft Cover ISBN: 978-602-52772-4-5 Terbit: 2019 Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/">Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)\nPenulis: Satya Kumari Jayawardhani\nPenerbit: Penerbit Saraswati\nUkuran: 220 x 150 mm\nJumlah Halaman: x + 247 hlm\nCover: Soft Cover\nISBN: 978-602-52772-4-5\nTerbit: 2019&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Judul: Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)<br />
Penulis: Satya Kumari Jayawardhani<br />
Penerbit: Penerbit Saraswati<br />
Ukuran: 220 x 150 mm<br />
Jumlah Halaman: x + 247 hlm<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-52772-4-5<br />
Terbit: 2019</span></p>
<p><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah kelahirannya, berbagai perwujudannya, pertolongan yang diulurkannya, serta tata cara menghaturkan puja kepadanya. Anda layak mengetahui keberadaan sebenarnya akan Dewi Tara, yang sangat erat hubungannya dengan tanah Nusantara, sebab para leluhur sejak masa lalu sudah memuja beliau. Bukti historis nyata ditemukan di Kerajaan Medang (Mataram Kuno), di mana sebuah tempat pemujaan Dewi Tara telah dibangun oleh seorang raja bernama Rakai Panangkaran pada 700 Tahun Saka. Situs ini sekarang dikenal dengan nama Candi Kalasan. Tidak hanya itu, Dewi Tara, sosok yang dekat laksana seorang ibu, juga tercantum di pustaka kuno lontar Nusantara yang berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.\r\n\r\nThis divining manual reveals the stories related to the existence of Tara, the Compassionate Saviouress. This literature explores the details on who is Tara, her birth stories, her different manifestations, types of aids that she confers, and the way to present praises and offerings to her. Readers are entitled to know the reality of this particular deity called Tara, who possess a strong connection with Nusantara soils, since the ancestors of these area had been worshipping her for long period of time. Real historical evidence is found in Medang Kingdom (Old Mataram), where a worshipping site for Tara had been offered by a king called Rakai Panangkaran at 700 Saka Year. This location is nowadays known as Kalasan Temple (Candi Kalasan). Moreover, Tara, a deity whose presence felt very close like a mother, also stated in the nusantara ancient lontar literature titled Sang Hyang Kamahayanikan. \r&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">Pustaka ini menguak kisah-kisah keberadaan Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih. Literatur ini menelusuri siapa sejatinya sosok Tara, kisah-kisah kelahirannya, berbagai perwujudannya, pertolongan yang diulurkannya, serta tata cara menghaturkan puja kepadanya. Anda layak mengetahui keberadaan sebenarnya akan Dewi Tara, yang sangat erat hubungannya dengan tanah Nusantara, sebab para leluhur sejak masa lalu sudah memuja beliau. Bukti historis nyata ditemukan di Kerajaan Medang (Mataram Kuno), di mana sebuah tempat pemujaan Dewi Tara telah dibangun oleh seorang raja bernama Rakai Panangkaran pada 700 Tahun Saka. Situs ini sekarang dikenal dengan nama Candi Kalasan. Tidak hanya itu, Dewi Tara, sosok yang dekat laksana seorang ibu, juga tercantum di pustaka kuno lontar Nusantara yang berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.</span></p>
<p>This divining manual reveals the stories related to the existence of Tara, the Compassionate Saviouress. This literature explores the details on who is Tara, her birth stories, her different manifestations, types of aids that she confers, and the way to present praises and offerings to her. Readers are entitled to know the reality of this particular deity called Tara, who possess a strong connection with Nusantara soils, since the ancestors of these area had been worshipping her for long period of time. Real historical evidence is found in Medang Kingdom (Old Mataram), where a worshipping site for Tara had been offered by a king called Rakai Panangkaran at 700 Saka Year. This location is nowadays known as Kalasan Temple (Candi Kalasan). Moreover, Tara, a deity whose presence felt very close like a mother, also stated in the nusantara ancient lontar literature titled Sang Hyang Kamahayanikan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/">Dewi Tara, Sang Penolong yang Welas Asih (3 Bahasa)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/dewi-tara-sang-penolong-yang-welas-asih-3-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lamrim By My Side: A Pocket Book of Lamrim</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/lamrim-by-my-side-a-pocket-book-of-lamrim/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/lamrim-by-my-side-a-pocket-book-of-lamrim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 05:07:09 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8895</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Lamrim by My Side: A Pocket Book of Lamrim menyajikan 3 karya Lamrim Je Tsongkhapa yang singkat, tapi lengkap: Dasar dari Semua Kebajikan 14 bait, Baris-baris Pengalaman 25 bait, dan Tiga Aspek Utama Sang Jalan 14 bait. Ketiga karya berisikan tahapan-tahapan yang perlu ditempuh oleh seseorang untuk mencapai pembebasan samsara bagi diri sendiri dan semua makhluk, mulai dari memahami kebebasan dan keberuntungan terlahir sebagai manusia sampai pada muncul keinginan untuk memaksimalkan tubuh manusia ini sebaik-baiknya hingga mencapai kebahagiaan tertinggi. Ketiga karya juga menyampaikan apa pun kebahagiaan yang diperoleh, semua itu bersumber pada guru. Kita yang mendambakan kebahagiaan, renungkanlah bait-bait dalam ketiga karya ini.<br />
***<br />
Raja Dharma Agung, Je Tsongkhapa, merupakan seorang biksu cendekiawan sekaligus yogi agung Tibet yang memurnikan kembali kedua aspek ajaran Buddha – Sutra dan Tantra – di Tibet. Je Tsongkhapa juga dapat berkomunikasi langsung dengan Arya Manjushri yang memberinya banyak ajaran dan instruksi.</p>
<p>"</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/lamrim-by-my-side-a-pocket-book-of-lamrim/">Lamrim By My Side: A Pocket Book of Lamrim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Judul: Lamrim By My Side: A Pocket Book of Lamrim<br />
Penulis: Je Tsongkhapa<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 12.5 X 17.6 X 0.74 cm<br />
Jumlah Halaman: vi+116<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-30-1<br />
Terbit: 2022&#8221;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/lamrim-by-my-side-a-pocket-book-of-lamrim/">Lamrim By My Side: A Pocket Book of Lamrim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/lamrim-by-my-side-a-pocket-book-of-lamrim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 06:24:52 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=8862</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Dari perspektif uniknya sebagai seorang cendekiawan akademik dan biksu, Bhikkhu Anālayo menyajikan sebuah penjelasan menyeluruh tentang doktrin Buddhis awal terhadap kelahiran kembali dan perdebatan tentangnya di India kuno dan Tiongkok kekaisaran awal. Beliau juga menyertakan analisis yang tajam dari berbagai fenomena beberapa orang yang telah menjadi bukti adanya kelahiran kembali. Buku ini adalah bacaan penting bagi siapa pun yang tertarik dengan topik-topik menarik ini.” -- Evan Thompson, penulis Waking, Dreaming, Being: Self and Consciousness in Neuroscience, Meditation, and Philosophy</p>
<p>“Bhikkhu Anālayo menawarkan studi terperinci tentang doktrin kelahiran kembali Buddhis yang banyak diperdebatkan dan survei bukti yang relevan. Dia juga menyelidiki pelantunan Pali dari Dhammaruwan, yang pada usia yang sangat muda akan secara spontan melantunkan Sutra-sutra Buddhis kuno dan kompleks. Saya pertama kali bertemu Dhammaruwan ketika dia berusia tujuh tahun, ketika guru saya, Anagarika Munindraji, dan saya mengunjungi dia dan keluarganya di Sri Lanka. KELAHIRAN KEMBALI: dalam Buddhisme Awal dan Riset Terkini menjelaskan topik yang kompleks dengan kejelasan dan pemahaman yang luar biasa.” -- Joseph Goldstein, penulis Mindfulness: A Practical Guide to Awakening</p>
<p>“Bhikkhu Anālayo bergerak dengan mudah dari presentasi yang mencerahkan tentang konsepsi Buddhis klasik tentang kelahiran dan kematian menuju penyelidikan yang cermat atas laporan paranormal yang meskipun mengundang perdebatan, namun menarik. Dengan melakukan hal ini, cendekiawan monastik yang terpelajar dan dermawan secara intelektual ini menawarkan instruksi sejarah dan filologis yang masuk akal. Pada saat yang sama, beliau juga membawa kembali kebijaksanaan Buddhis yang hakiki tentang menghadapi kematian dengan penuh perhatian dan harapan yang tenang. Sebuah studi yang menarik.” -- Carol Zaleski, penulis Otherworld Journeys: Accounts of Near-Death Experience in Medieval and Modern Times dan The Life of the World to Come</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/">Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul: Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &amp; Riset Terkini<br />
Penulis: Bhikkhu Anālayo<br />
Penerbit: Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara<br />
Ukuran: 21 x 14.8 x 1.2 mm<br />
Jumlah Halaman: xxii+370<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-623-6632-08-6<br />
Terbit: 2022</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/">Kelahiran Kembali: dalam Buddhisme Awal &#038; Riset Terkini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/kelahiran-kembali-dalam-buddhisme-awal-riset-terkini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Segel Agung</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/empat-segel-agung/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/empat-segel-agung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2021 03:36:05 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7827</guid>

					<description><![CDATA[<p>Empat Segel Agung merupakan pemahaman yang sangat penting dalam Buddha Dharma. Istilah lainnya adalah Empat Ringkasan, karena masing-masing poin merangkum keseluruhan pemahaman atau pandangan yang sangat penting dalam ajaran Buddha.</p>
<p>Ajaran penting pertama yang harus dipahami adalah sesungguhnya “Semua fenomena komposit, berhakikat ketidakkekalan”. Ketika kita benar-benar mulai memahami, baik di tingkat kasar dan halus, maka kita bisa mengambil jarak terhadap urusan-urusan dalam kehidupan saat ini dan mengurangi kemelekatan terhadapnya.</p>
<p>Segel kedua, yaitu “Semua fenomena tercemar, berhakikat penderitaan”. Kita tahu bahwa selama kita masih mempertahankan skandha yang tidak murni—dengan kata lain, selama kita masih tunduk pada karma dan klesha—maka kita akan terus menderita. Pemahaman tersebut mengarahkan kita untuk mengambil jarak dari samsara secara keseluruhan dan melihat kerugian-kerugiannya. Kita bisa melihat bahwa selama masih berdiam di dalam samsara maka kita akan terus menderita. Jadi, terang sekali ini akan membuat kita ingin mencari jalan keluarnya. Jawabannya ada pada segel ketiga yaitu “Semua fenomena tak berdiri sendiri”.</p>
<p>Bagaimana cara membebaskan diri dari samsara? Kita hanya bisa melakukannya dengan memahami bahwa diri yang berdiri sendiri tidaklah eksis, yang istilah untuknya adalah ketanpaakuan. Dengan merealisasikan ketanpaakuan, maka kita akan mencapai “Nirwana—kedamaian tertinggi”, yang merupakan segel keempat.</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet/">https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet/</a></p>
<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. \r\n\r\nSebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.\r\n\r\nBuku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.\r\n\r\n\r\nLidah buku (depan):\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.\r\n\r\nLidah buku (belakang):\r\nDunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.\r\n– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2\r\n\r\nIni adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.\r\n– CMK, The Assam Tribune, 1979\r\n\r\nSaya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.\r\n– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982\r\n\r\nUpaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.\r\n– Lokesh Chandra\r\n\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}">Go Lotsawa’s The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu.</span></p>
<p>Dapatkan artikel dan berita Buddhis terkini di <a href="https://lamrimnesia.org/">https://lamrimnesia.org/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/empat-segel-agung/">Empat Segel Agung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Empat Segel Agung</b></p>
<p><strong>Oleh Drepung Thripa Khensur Losang Tenpa Rinpoche<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Rahasia BahagiarnKebahagiaan Universal, Mungkinkah?nPenulis: nPenerbit: Penerbit Padi EmasnUkuran: 148 x 210 mmnJumlah Halaman: xvi+127nCover: Soft CovernISBN: 978-602-52501-6-3nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:[null,2,6710886],&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]"><br />
</span></strong><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Judul: Kesabaran Penawar KemarahannPenulis: nPenerbit: Penerbit Padi EmasnUkuran: 148 x 210 mmnJumlah Halaman: xvi+86nCover: Soft CovernISBN: 978-602-52501-8-7nTerbit: 2020&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:[null,2,6710886],&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}" data-sheets-formula="=&quot;Judul: &quot;&amp;C[2]:C[2]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penulis: &quot;&amp;C[3]:C[3]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Penerbit: &quot;&amp;C[4]:C[4]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Ukuran: &quot;&amp;C[5]:C[5]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Jumlah Halaman: &quot;&amp;C[6]:C[6]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Cover: &quot;&amp;C[7]:C[7]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;ISBN: &quot;&amp;C[8]:C[8]&amp;CHAR(10)&amp;&quot;Terbit: &quot;&amp;C[9]:C[9]">Penerbit: Penerbit Saraswati<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: x + 93 hal<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-623-94994-1-9<br />
Terbit: 2021</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/empat-segel-agung/">Empat Segel Agung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/empat-segel-agung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Karunika Devi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 07:40:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7808</guid>

					<description><![CDATA[<p><span data-sheets-value="{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:&#34;Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu. \r\n\r\nSebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.\r\n\r\nBuku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.\r\n\r\n\r\nLidah buku (depan):\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.\r\nGo Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.\r\n\r\nLidah buku (belakang):\r\nDunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.\r\n– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2\r\n\r\nIni adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.\r\n– CMK, The Assam Tribune, 1979\r\n\r\nSaya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.\r\n– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982\r\n\r\nUpaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.\r\n– Lokesh Chandra\r\n\r&#34;}" data-sheets-userformat="{&#34;2&#34;:33569729,&#34;3&#34;:{&#34;1&#34;:0},&#34;9&#34;:1,&#34;10&#34;:1,&#34;11&#34;:1,&#34;12&#34;:0,&#34;14&#34;:{&#34;1&#34;:2,&#34;2&#34;:6710886},&#34;15&#34;:&#34;Roboto&#34;,&#34;16&#34;:10,&#34;28&#34;:1}">Buku Sejarah Buddhis - Go Lotsawa's The Blue Annals merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet. Kualitas luar biasa beliau juga dapat dilihat dari banyaknya murid-murid beliau yang ternama seperti Karmapa ke-7, Chodrak Gyatso (1454-1506), yang merupakan pemimpin mazhab Karma Kagyu.</span></p>
<p>Sebelum karya ini dituliskan, Go Lotsawa telah belajar secara ekstensif di bawah guru-guru terkenal dari berbagai tradisi pada masanya. Beberapa di antaranya yaitu Karmapa ke-5, Dezhin Shekpa, dan Je Tsongkhapa. Go Lotsawa membagi karyanya ini menjadi 15 buku. Masing-masing buku menerangkan sejarah dari satu mazhab tertentu dari Buddhisme Tibet. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, yang akan berisi 2 buku pertama, merupakan seri pertama dari rangkaian seri ini.</p>
<p>Buku sejarah Buddhis ini di Buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal. Selain itu, buku ini juga menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya, walaupun diselingi adanya perlakuan yang sewenang-wenang terhadap Ajaran. Kebangkitan Ajaran ini terjadi berkat upaya beberapa tokoh yang dengan giatnya berkarya dan mendorong pihak lain melakukan hal yang sama. Salah satu tokohnya yaitu sang Lotsawa Rinchen Zangpo. Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet dapat dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet. Di samping itu, buku ini juga mengisahkan banyak cerita tokoh-tokoh penting lain dengan aktivitasnya yang luar biasa, yang akan membuat kita lebih memahami proses sebuah Ajaran bisa lestari.</p>
<p>Lidah buku (depan):<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals, yang terdiri dari 15 buku, merupakan sebuah mahakarya historis tentang Buddhisme yang ditulis oleh Go Lotsawa (1392-1481), seorang cendekiawan legendaris, ketika beliau berusia 84 tahun. Kata ‘mahakarya’ disematkan karena beliau menentukan catatan sejarah yang pasti terkait rangkaian peristiwa dalam sejarah Tibet sehingga sangat sahih untuk dirujuk sebagai salah satu mahakarya dalam Sejarah Agama Buddha, terutama Buddhisme di Tibet.<br />
Go Lotsawa's The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet, berisi 2 buku pertama, dengan buku Satu mengisahkan asal-usul suku Shakya yang menjadi klan tempat Buddha Gautama berasal dan menelaah awal perkembangan Ajaran Buddha hingga terbentuknya berbagai mazhab setelah Buddha mencapai parinirwana. Buku Dua mengisahkan periode lanjut dari penyebaran Ajaran Buddha sampai ke Tibet yang lebih besar ketimbang penyebaran awalnya. Kumpulan buku ini bisa dilihat sebagai fondasi dalam memahami perkembangan Buddhisme di India sampai penyebarannya ke Tibet.</p>
<p>Lidah buku (belakang):<br />
Dunia pembelajaran sangat berhutang budi kepada George Roerich, yang berusaha menerjemahkan dan menyunting karya besar yang luar biasa ini.<br />
– J. VELINKAR, “Indica”, Vol. 21, No. 2</p>
<p>Ini adalah nilai yang sangat besar bagi siswa peneliti dan mereka yang tertarik dengan topik tersebut.<br />
– CMK, The Assam Tribune, 1979</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang bermacam-macam hasil dari Wajrayana dan kepada semua umat Buddha, serta kepada mereka yang bersimpati pada tradisi keagamaan yang besar ini.<br />
– Pali Buddhist Review 14 (1) 1982</p>
<p>Upaya cetak ulang The Blue Annals ini adalah kontribusi luar biasa bagi Tibetologi secara khusus, dan bagi Buddhologi secara umum, karena ia memberi kita sekilas pandang Buddhisme pada tahun-tahun kemerosotannya; misalnya, tahun-tahun kemerosotan di Odantapuri dengan 53 biksunya dan di Wikramasila dengan sekitar 100 biksunya.<br />
– Lokesh Chandra</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p>&#160;</p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/">https://store.lamrimnesia.com/product/kesabaran-penawar-kemarahan-2/</a></p>
<p>Dapatkan artikel dan berita Buddhis terkini di <a href="https://lamrimnesia.org/">https://lamrimnesia.org/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Sejarah Buddhis</p>
<p><strong>Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</strong></p>
<p>Penulis: George N. Roerich<br />
Penerbit: Penerbit Kadam Choeling<br />
Ukuran: 148 x 210 mm<br />
Jumlah Halaman: xx+146<br />
Cover: Soft Cover<br />
ISBN: 978-602-8888-28-8<br />
Terbit: 2021</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/">Go Lotsawa&#8217;s The Blue Annals: Kronik Buddhisme dari India ke Tibet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/go-lotsawas-the-blue-annals-kronik-buddhisme-dari-india-ke-tibet-buku-sejarah-buddhis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</title>
		<link>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/</link>
					<comments>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[listya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2020 03:59:35 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://store.lamrimnesia.com/?post_type=product&#038;p=7665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika kita melatih hati dan batin untuk peduli terhadap diri sendiri dan berwelas asih terhadap orang lain, manfaatnya akan meluas ke semua aspek kehidupan kita. Studi ilmiah terkini mengungkapkan bahwa melatih welas asih dapat memberikan manfaat pada kesehatan, seperti menghilangkan stres dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Kendati demikian, kebanyakan dari kita takut untuk berwelas asih, karena banyak yang percaya bila kita berwelas asih kepada orang lain, kita akan dimanfaatkan; dan jika kita terlalu baik terhadap diri sendiri, pencapaian kita akan berkurang.</p>
<p>Dalam buku ini, Thupten Jinpa, Ph.D.–penerjemah bahasa Inggris utama Y.M.S. Dalai Lama XIV, pendiri dan kepala Compassion Institute, dan penggagas utama Compassion Cultivation Training™ (CCT ©)--menawarkan sebuah program spiritual yang praktis untuk membantu banyak orang mengembangkan batin serta kualitas hidup mereka.</p>
<blockquote><p><em>“Hati Tanpa Gentar menunjukkan bagaimana melatih welas asih dapat memiliki dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Saya memuji Thupten Jinpa, orang yang sejak lama telah menjadi penerjemah bahasa Inggris saya, karena menulis buku mengenai welas asih dan cara mengembangkannya pada waktu yang tepat.”</em> – Y.M.S. Dalai Lama XIV</p>
<p>“Saya menyukai kepraktisan Jinpa dalam membawa konsep welas asih dari alam pikir ideal ke dalam realitas kacau bernama keseharian hidup manusia. Hati Tanpa Gentar bisa jadi merupakan salah satu buku terpenting di masa-masa sulit ini.” – Richard Gere</p></blockquote>
<p>Buku ini menjelaskan banyak aspek welas asih yang praktis dari sudut pandang psikologi Buddhis dan Barat. Yuk, miliki segera bukunya!</p>
<p>Tersedia juga dalam<a href="https://play.google.com/store/books/details?id=E2fvDwAAQBAJ"> versi G-Books</a> lho~</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/">Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hati Tanpa Gentar &#8211; Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</strong></p>
<p><strong>Oleh <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Thupten_Jinpa">Thupten Jinpa</a></strong></p>
<p>Disunting oleh Stanley Khu &amp; Shierlen Octavia</p>
<p>Cetakan I,<br />
Agustus 2020 21 x 14.85 x 3 cm, xxx+ 274 hlm<br />
ISBN: <span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;978-623-91433-4-3&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">978-623-91433-8-1</span><br />
Berat: 400 gr<br />
<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Penerbit Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:33569729,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;9&quot;:1,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:1,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:6710886},&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10,&quot;28&quot;:1}">Penerbit: Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara</span><br />
Cover: Soft Cover</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/">Hati Tanpa Gentar: Berani Berwelas Asih untuk Mengubah Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://store.lamrimnesia.com/product/hati-tanpa-gentar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
