Product Tag - sejarah

  • 0 out of 5

    Bebas di Pengasingan

    Tahun 1959, Yang Mulia Dalai Lama terpaksa melarikan diri ke pengasingan di India, diikuti oleh 100.000 pengungsi yang miskin. Sejak saat itu, dalam pengasingan di pedesaan Himalaya yang bernama Dharamsala, beliau membaktikan dirinya untuk perjuangan membebaskan rakyatnya dan memromosikan perdamaian dunia melalui keyakinannya yang teguh terhadap perjuangan tanpa kekerasan.

    Rp80.000,00
  • 0 out of 5

    Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

    “Terjemahan karya Cindy Adams mengenai autobiografi Bung Karno ini telah mengalami dicetak ulang berkali-kali sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1966. Namun, di kemudian hari baru diketahui ternyata terdapat banyak kesalahan terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman di antara beberapa tokoh nasional kita. Karena itu saya menyambut baik penerbitan edisi revisi dari terjemahan karya Cindy Adams ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno.”

     

    Guntur Soekarno Putra
    Ketua Dewan Pendiri Yayasan Bung Karno

     

     

    “Sebenarnya pihak keluarga tidak yakin kalimat melecehkan para pemimpin bangsa itu berasal dari Bung Karno. Bahkan Guntur Soekarno Putra pernah menuturkan, ketika Bung Karno tahu bahwa dalam sebuah pembacaan naskah proklamasi nama Bung Hatta tidak disebut, Bung Karno marah. Dengan diterbitkannya edisi revisi, masyarakat tidak perlu ragu lagi bahwa buku ini merupakan terjemahan yang autentik dari buku asli yang ditulis Cindy Adams.”

     

    Guruh Sukarno Putra
    Ketua Umum Yayasan Bung Karno

     

     

    “Saya merasa bangga bahwa saya ikut serta pada permulaan dari ditulisnya buku ini. Buku ini amat menarik dan penting, karena melalui buku ini maka terbukalah bagi dunia untuk mengenal Sukarno sebagaimana kawan-kawannya yang terdekat mengenalnya–masa mudanya, masa bertahun-tahun dalam penjara, perjuangannya, dan pandangannya tentang masalah-masalah dunia. Buku ini mengungkapkan sifat dan jiwa beliau secara menyeluruh.”

     

    Howard P. Jones
    Mantan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia

    Rp120.000,00
  • 0 out of 5

    Sejarah Buddhisme di India

    Teks ini adalah penjelasan yang jernih mengenai bagaimana permata berharga dari Ajaran Sejati yang agung, cemerlang dan sumber dari semua kejayaan – tersebar di India (Arya-desa). Buddhisme ditelusuri mulai dari masa yang paling awal, termasuk periode Raja Ajatashatru yang bengis, tetapi akhirnya bertobat dalam jalan Buddhisme, periode Raja Ashoka yang dikenang sebagai penyebar Buddhisme paling terkenal, periode Konsili Sangha ke-3, periode tumbuh berkembangnya Mahayana, periode Nagarjuna selaku cendekiawan terbesar dalam sejarah Mahayana, dan aneka periode penting lainnya. Demi memberi manfaat kepada banyak pihak, oleh karena itu, Tāranātha mempersiapkan karya ringkas ini yang telah bebas dari kesalahan.

    Rp80.000,00
  • 0 out of 5

    Xuanzang

    SALAH seorang kaisar Tiongkok menggelari beliau “Permata Kekaisaran.” Biksu yang mengadakan perjalanan dari Tiongkok ke India melalui Jalur Sutra di abad ke tujuh ini, yakni Xuanzang (Hsuan-tsang), merupakan salah seorang di antara penjelajah Jalur Sutra paling terkemuka. Beliau sama tersohornya di Asia, sebagaimana halnya Marco Polo di dunia Barat.

    Beliau berniat mengunjungi tanah suci umat Buddha di India guna mendapatkan naskah asli pustaka suci agama Buddha ketimbang bertumpu pada terjemahan-terjemahan yang terkadang membingungkan sebagaimana tersedia saat itu di Tiongkok.

    Beliau juga berharap memperoleh kesempatan belajar di bawah bimbingan guru-guru agama terkemuka serta mengunjungi tempat-tempat suci Buddha. Selama perjalanan beliau, antara tahun 629 hingga 645 M, beliau telah menempuh jarak 10.000 mil.

    Rp85.000,00