Sejarah

  • -20%
    0 out of 5

    [PRE-ORDER] Indonesia di Mata India

    Sejauh manakah kita menghargai negeri kita Indonesia? Bagaimanakah bangsa lain melihat Indonesia?

     

    Temukan sudut pandang baru dalam melihat Indonesia lewat buku:
    Indonesia di Mata India
    Kala Tagore Melawat ke Nusantara
    Oleh Iwan Nurdaya-Djafar

     

    Buku ini merupakan antologi dari semua tulisan dan buah pemikiran Rabindranath Tagore, yang melawat ke Indonesia untuk mencatat dampak sinambung budaya India kuno di Indonesia. Dalam buku ini, tertuang juga 4 puisi bertema Indonesia yang digubah oleh Tagore yang diterbitkan dengan judul “Surat-Surat dari Seorang Pelancong ke Jawa.” Lewat buku ini, kita disadarkan akan kejayaan yang pernah kita alami sebagai sebuah bangsa – kejayaan yang mendorong Tagore untuk menempuh perjalanan jauh demi melihat bagaimana budaya bangsanya, India, telah begitu dilestarikan dan dihargai oleh bangsa kita.

     

    Buku masih dalam proses pencetakan.
    Dapatkan Diskon Pre Order sebesar 20% hanya s.d. 30 Oktober 2018!!
    Estimasi pengiriman buku: 2 November 2018.

    Rp110.000,00 Rp88.000,00
  • -20%
    0 out of 5

    [PRE-ORDER] Ini Yang Harus Kuperbuat

    Pernahkah kita menghadapi begitu banyak penghalang, terutama saat berjuang mempraktikkan Dharma, misalnya sakit, perlawanan dari kerabat, ketiadaan biaya untuk mendukung praktik, dan kemalasan?

     

    Sepanjang hidup, kita selalu dihadapkan dengan banyak penghalang dalam hidup maupun praktik spiritual yang menyebabkan kita sulit mencapai sekadar realisasi-realisasi kecil, alih-alih pencerahan sempurna. Buku ini mengungkap dengan bahasa sehari-hari ragam praktik pengumpulan kebajikan dan pemurnian karma buruk, yang pada akhirnya akan membawa kita mencapai Kebuddhaan lengkap sempurna demi kebahagiaan semua makhluk. Melalui buku ini, kita tidak hanya paham mengenai adanya penghalang dalam praktik spiritual, tetapi juga mengenal cara demi cara praktis agar kita bisa berkembang dalam jalan spiritual. Bukan dengan menyingkirkan teman, pacar, atau penyakit yang sedang kita alami; mereka adalah bagian dari praktik kita.

     

    Buku ini cocok untuk:
    – Siapapun yang ingin memahami bagaimana datangnya penghalang dan cara memurnikannya
    – Siapapun yang berjuang menghimpun kebajikan
    – Siapapun yang benar-benar ingin hidup sesuai hukum karma, akar dari semua kebahagiaan

     

    Ini yang Harus Kuperbuat
    Mengumpulkan Kebajikan dan Memurnikan Kesalahan
    Oleh Bhadra Ruci

     

    Buku masih dalam proses pencetakan.
    Dapatkan Diskon Pre Order sebesar 20% hanya s.d. 30 Oktober 2018!!
    Estimasi pengiriman buku: 2 November 2018.

    Rp75.000,00 Rp60.000,00
  • 0 out of 5

    Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

    “Terjemahan karya Cindy Adams mengenai autobiografi Bung Karno ini telah mengalami dicetak ulang berkali-kali sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1966. Namun, di kemudian hari baru diketahui ternyata terdapat banyak kesalahan terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman di antara beberapa tokoh nasional kita. Karena itu saya menyambut baik penerbitan edisi revisi dari terjemahan karya Cindy Adams ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno.”

     

    Guntur Soekarno Putra
    Ketua Dewan Pendiri Yayasan Bung Karno

     

     

    “Sebenarnya pihak keluarga tidak yakin kalimat melecehkan para pemimpin bangsa itu berasal dari Bung Karno. Bahkan Guntur Soekarno Putra pernah menuturkan, ketika Bung Karno tahu bahwa dalam sebuah pembacaan naskah proklamasi nama Bung Hatta tidak disebut, Bung Karno marah. Dengan diterbitkannya edisi revisi, masyarakat tidak perlu ragu lagi bahwa buku ini merupakan terjemahan yang autentik dari buku asli yang ditulis Cindy Adams.”

     

    Guruh Sukarno Putra
    Ketua Umum Yayasan Bung Karno

     

     

    “Saya merasa bangga bahwa saya ikut serta pada permulaan dari ditulisnya buku ini. Buku ini amat menarik dan penting, karena melalui buku ini maka terbukalah bagi dunia untuk mengenal Sukarno sebagaimana kawan-kawannya yang terdekat mengenalnya–masa mudanya, masa bertahun-tahun dalam penjara, perjuangannya, dan pandangannya tentang masalah-masalah dunia. Buku ini mengungkapkan sifat dan jiwa beliau secara menyeluruh.”

     

    Howard P. Jones
    Mantan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia

    Rp120.000,00
  • 0 out of 5

    Darmagandhul: Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-ajaran Rahasia

    Pada suatu hari, Darmagandhul, seorang murid yang tajam hatinya, bertanya kepada gurunya, Kiai Kalamwadi, tentang awal mula kenapa penduduk Jawa meninggalkan agama Shiwa Buddha dan beralih memeluk agama Islam. Pada saat itulah Kiai Kalamwadi mulai menyadari bahwa rahasia kehancuran Majapahit dan Jawa yang tersembunyi selama berabad-abad patut dibabarkan kepada Darmagandhul, agar menjadi pelajaran bagi generasi mendatang.

     

    Meski memantik polemik panjang di kalangan sejarawan terkait validitas data-data sejarah yang ditampilkan di dalamnya, Darmagandhul memberikan analisis kritis atas kitab tersebut, didasarkan pada peninggalan-peninggalan sejarah berupa prasasti, kakawin, babad, sêrat, kronik, dan cerita tutur yang berkembang di tanah Jawa dan Bali tentang masa akhir Majapahit. Buku ini juga mengulas ajaran-ajaran rahasia Jawa dalam kitab ini dengan sudut pandang Tasawuf, Shiwa Buddha, dan Kêjawen.

    Rp135.000,00
  • 0 out of 5

    Fatmawati : Catatan Kecil Bersama Bung Karno

    Inilah sebagian dari catatan kecil kehidupanku bersama Bung Karno, yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal batin bagi pembaca yang budiman, pria maupun wanita, tua dan muda, putra-putri bangsa Indonesia yang rindu akan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945, yang menjadi cita-cita Bung Karno, sebagai Penyambung Lidah Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

    Rp88.500,00
  • 0 out of 5

    Misteri Borobudur

    Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian?

    Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman dikupas tuntas di buku ini. Bukti-bukti yang diajukannya diperiksa kebenarannya satu demi satu. Seno Panyadewa juga membandingkan bukti-bukti dari berbagai penelitian ilmiah apakah Candi Borobudur peninggalan Dinasti Sailendra ataukah Nabi Sulaiman. Bahkan bukti-bukti mengenai lokasi sebenarnya Negeri Saba juga dibahas.

    Tak hanya mengupas tentang kejanggalan-kejanggalan dalam teori Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman, buku ini juga membahas secara mengesankan perihal sejarah Borobudur, sejarah agama Buddha dan Hindu pada saat itu, serta analisis tentang ikonografi, arsitektur, dan simbol-simbol pada Borobudur. Tak pelak, buku ini akan memampukan Anda untuk memberikan penilaian yang lebih akurat dan objektif mengenai sejarah dan misteri yang menyelimuti monumen agung bernama Borobudur.

    Rp60.000,00
  • 0 out of 5

    Rahwana: Kisah Rahasia bersama Bangsa Asura

    “Akulah Rahwana, sang Asura! Selama ribuan tahun aku difitnah. Kematianku dirayakan di mana-mana dengan sukacita. Kenapa? Karena aku menantang bangsa Dewa demi kebahagiaan putriku, Sinta? Karena aku berjuang membebaskan rakyatku dari aturan kasta yang semena-mena? Engkau telah mendengar kemenangan Rama sang penakluk dalam Ramayana. Sekarang simaklah Rahwanayana, karena aku Rahwana!”

    “Akulah Bhadra, sang Asura! Aku bukan siapa-siapa. Tak terlihat, tanpa kuasa, tak dianggap ada. Tak satu pun kisah tentang diriku bakal ditulis. Ketika kehidupan orang besar diceritakan, suaraku mungkin terlalu sayup untuk didengar. Tetapi, beri aku waktu sejenak untuk mengisahkan hidupku dan bangsaku yang kalah!”

    Semua pasti mengenal Ramayana. Kisah memukau tentang Sri Rama, pahlawan kebajikan yang membunuh setan kegelapan bernama Rahwana. Tetapi sejarah selalu ditulis para pemenang. Suara yang kalah tersuruk di kesunyian. Bagaimana jika Rahwana dan bangsanya mempunyai kisah yang berbeda? Mungkin sudah tiba saatnya bagi yang kalah untuk berbicara. Dan inilah Rahwanayana, kisah tersembunyi tentang Rahwana dan bangsanya: Asura. Sebuah kisah yang dimuliakan kaum tertindas di Jambudwipa ribuan tahun lamanya.

    Rp124.000,00
  • 0 out of 5

    Sabda Palon 1: Kisah Nusantara yang Disembunyikan

    Pada tahun 1445 Masehi, atas permintaan Bhre Kêrtabumi, Syekh Ibrahim Al-Akbar berlayar dari Champa menuju Jawa, diiringi Sayyid Ali Murtadlo dan tiga belas santrinya. Mengingat pertumbuhan kaum muslim yang pesat di pesisir Jawa, syekh keturunan Samarqand itu didaulat untuk menjadi petinggi agama Islam di Keraton Majapahit. Tetapi jung Syekh Ibrahim diamuk badai hingga terdampar di pantai Kamboja. Mereka ditangkap prajurit-prajurit Kamboja dan dipenjara oleh rajanya. Kabar perihal nasib rombongan Champa itu akhirnya sampai di Jawa. Dipimpin Raden Arya Bangah, tujuh jung tempur Majapahit, lengkap dengan meriam dan manjanik, segera meluncur ke Kamboja untuk membebaskan mereka. Pertempuran sengit pun meletus di Prey Nokor.

    Dalam pada itu, Sabda Palon dan Naya Genggong, dua punakawan Bhre Kêrtabumi, melihat dengan mata batinnya bahwa trah Majapahit akan lumpuh. Selama lima ratus tahun awan hitam akan menaungi Nusantara seiring datangnya para pembawa keyakinan baru yang bakal mengakhiri kekuasaan Majapahit. Demi menjaga keutuhan Nusantara, Sabda Palon menasihati Kêrtabumi agar mengambil selir dari Kepulauan Wandhan. Keturunan darinyalah yang akan membangkitkan kejayaan trah Majapahit dua ratus tahun kemudian. Raja muda itu pun mengawini Bondrit Cêmara, seorang emban dari Wandhan. Dewi Amarawati, putri Champa permaisuri Kêrtabumi, dilanda cemburu tak tertanggungkan hingga ia berencana membunuh Bondrit Cêmara berikut janin yang tengah dikandungnya.

    Melalui narasi-narasi memukau nyaris pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam, tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam. Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang berjejal aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.

    Rp85.000,00
  • 0 out of 5

    Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-Orang Atas Angin

    Sejak Dinasti Ming melarang armadanya berlayar ke luar Cina, ditambah rentannya Majapahit setelah Rani Suhita mangkat pada tahun 1447, perjanjian antara Tiongkok dan Majapahit selepas Perang Paregreg—yang memberikan jaminan keamanan kepada warga keturunan Cina di Majapahit—pun mulai goyah. Haji Gan Eng Chu, pejabat Dinasti Ming untuk kawasan Asia Tenggara yang berkedudukan di Lasêm, berencana menggalang kekuatan prajurit demi keamanan warga keturunan Cina. Bong Swie Hoo alias Sayyid Ali Rahmad diperintahnya untuk menempati daerah Bangêr. Dari sana dia diharapkan bisa menjadi penghubung warga Cina yang tinggal di Jawa sebelah timur dengan Lasêm.

    Di sisi lain, Tuban yang semakin makmur menimbulkan kecemasan sejumlah pejabat pribumi Majapahit. Kemakmuran Tuban salah satunya disebabkan oleh kebijakan Adipati Arya Adikara yang memberikan kesempatan kepada orang-orang Atas Angin untuk masuk ke jajaran pemerintahan, termasuk mengangkat Gan Eng Wan, adik Haji Gan Eng Chu, sebagai patih Tuban. Lalu tersingkaplah sebuah desas-desus tentang rencana penyerbuan atas Tuban yang digerakkan oleh beberapa pejabat Majapahit. Namun Adipati Tuban tidak mempercayainya. Tumenggung Wilwatikta, menantu Adipati Tuban, meminta tolong kakaknya di Lasêm, Pangeran Wirabraja, untuk menyelisik kebenaran desas-desus itu. Kerusuhan besar pun membayang-bayangi Tuban.

    Dalam pada itu, Bhre Kêrtabumi, didampingi dua punakawannya yang setia, Sabda Palon dan Naya Genggong, mulai mendapat petunjuk dari sosok misterius yang dipercaya sebagai Roh Nusantara. Petunjuk itu menggiringnya pada pengetahuan tentang hakikat tanah Nusantara, yang dalam penglihatan batinnya pernah menjadi pusat peradaban dunia, dikenal sebagai Ataladwipa. Begitu pula Sayyid Ali Rahmad. Dia memperoleh penampakan gaib yang mahadahsyat. Tanda-tanda perubahan zaman mulai terlihat. Jawa akan berganti wajah. Agama lama bakal sirna digantikan agama baru. Dan Bhre Kertabumi dan Sayyid Ali Rahmad adalah dua orang yang terpilih sebagai pengawal perubahan mahabesar yang bakal mengubah wajah dunia.

    Rp89.000,00
  • 0 out of 5

    Sabda Palon 3: Geger Majapahit

    Jati diri Sabda Palon dan Naya Genggong terkuak perlahan-lahan di hadapan Bhre Kêrtabumi. Meskipun demikian, dua sosok misterius itu masih diselimuti kabut tebal, samar dan tersembunyi. Itu terjadi setelah Bhre Kêrtabhumi mendatangi beberapa petilasan suci: Gunung Kawi, Dharmma Badhyut, Gunung Pawitra, dan Gunung Lawu. Di tempat-tempat itu dia menggelar tapa brata sesuai perintah sosok niskala yang dipercayainya sebagai Resi Agastya, pamomong Nusantara.

    Sementara itu, perkembangan Majapahit semakin tidak menentu setelah Raden Kêrtawijaya dinobatkan sebagai raja Majapahit menggantikan Rani Suhita yang telah mangkat. Takhta Tumapêl yang semula dia duduki dilimpahkan kepada adiknya, Raden Kêrtarajasa. Perseteruan diam-diam terjadi antara kakak-beradik itu. Kekacauan pun sengaja disebar di mana-mana.

    Pada saat yang sama, Haji Gan Eng Cu dan Adipati Tuban Arya Adikara wafat hampir bersamaan. Tetapi kematian dua tokoh penting tersebut segera mendapat pengganti, seolah sudah ada yang mengatur. Sayyid Ali Rahmad dan Sayyid Ali Murtadlo sama-sama mendapatkan putra yang kelak akan menjadi ulama kenamaan. Sementara Tumenggung Wilwatikta mempunyai putra yang kelak bakal menentukan wajah Islam di Nusantara.

    Rp85.000,00
  • 0 out of 5

    Sabda Palon 4: Pudarnya Surya Majapahit

    Pada tahun 1454 Masehi, seorang saudagar Tionghoa mempersembahkan putrinya nan jelita, Siu Ban Ci, kepada Bhre Kêrtabumi, putra mahkota Majapahit. Penguasa yang menggandrungi wanita-wanita cantik itu langsung tergoda dan menyelirnya, tanpa mengindahkan nasihat Sabda Palon, punakawannya yang sakti dan setia. Melalui mata batinnya, Sabda Palon melihat bahwa lantaran Putri Cina itulah kehancuran Majapahit kelak bakal terjadi. Karena api cemburu Putri Champa Dewi Amarawati, Siu Ban Ci dibuang ke Palembang saat sudah hamil tiga bulan.

    Enam bulan kemudian, seperti sebuah pertanda dari semesta, hujan badai melanda Palembang dan Majapahit tatkala janin Siu Ban Ci lahir ke dunia. Sungai Musi dan Brantas meluap seketika. Banjir besar terjadi di Sumatra dan Jawa pada saat yang sama. Malam berikutnya, ketika air bah belum juga surut, di angkasa bulan tampak lebih besar dari biasanya. Sebutir bintang bersinar terang tepat di dekat rembulan. Pada hari berikutnya, matahari tampak redup. Tiada mendung di angkasa, namun matahari seolah kehilangan dayanya. Para pandhita Siwa Buddha melihat sebuah tengara zaman baru: Surya Majapahit bakal pudar, berganti Bulan dan Bintang. Ajaran lama bakal sirna, berganti ajaran baru dari tanah Arabia.

    Rp85.000,00
  • 0 out of 5

    Sejarah Buddhisme di India

    Teks ini adalah penjelasan yang jernih mengenai bagaimana permata berharga dari Ajaran Sejati yang agung, cemerlang dan sumber dari semua kejayaan – tersebar di India (Arya-desa). Buddhisme ditelusuri mulai dari masa yang paling awal, termasuk periode Raja Ajatashatru yang bengis, tetapi akhirnya bertobat dalam jalan Buddhisme, periode Raja Ashoka yang dikenang sebagai penyebar Buddhisme paling terkenal, periode Konsili Sangha ke-3, periode tumbuh berkembangnya Mahayana, periode Nagarjuna selaku cendekiawan terbesar dalam sejarah Mahayana, dan aneka periode penting lainnya. Demi memberi manfaat kepada banyak pihak, oleh karena itu, Tāranātha mempersiapkan karya ringkas ini yang telah bebas dari kesalahan.

    Rp80.000,00