Buddhis

  • -20%
    0 out of 5

    [BUNDLE] Ini Yang Harus Kuperbuat & Permata Hati Bagi Mereka Yang Beruntung

    Pernahkah kita menghadapi begitu banyak penghalang, terutama saat berjuang mempraktikkan Dharma, misalnya sakit, perlawanan dari kerabat, ketiadaan biaya untuk mendukung praktik, dan kemalasan?

     

    Sepanjang hidup, kita selalu dihadapkan dengan banyak penghalang dalam hidup maupun praktik spiritual yang menyebabkan kita sulit mencapai sekadar realisasi-realisasi kecil, alih-alih pencerahan sempurna. Buku ini mengungkap dengan bahasa sehari-hari ragam praktik pengumpulan kebajikan dan pemurnian karma buruk, yang pada akhirnya akan membawa kita mencapai Kebuddhaan lengkap sempurna demi kebahagiaan semua makhluk. Melalui buku ini, kita tidak hanya paham mengenai adanya penghalang dalam praktik spiritual, tetapi juga mengenal cara demi cara praktis agar kita bisa berkembang dalam jalan spiritual. Bukan dengan menyingkirkan teman, pacar, atau penyakit yang sedang kita alami; mereka adalah bagian dari praktik kita.

     

    Buku ini cocok untuk:
    – Siapapun yang ingin memahami bagaimana datangnya penghalang dan cara memurnikannya
    – Siapapun yang berjuang menghimpun kebajikan
    – Siapapun yang benar-benar ingin hidup sesuai hukum karma, akar dari semua kebahagiaan

    Buku masih dalam proses pencetakan.

     

    Praktik inti supaya kita dapat menjadi Buddha adalah dengan memperbaiki batin kita. Penyebab penambahnya adalah menghasilkan karma baik dan memurnikan karma buruk. Lebih jauh lagi, kita perlu melibatkan para Guru dan Triratna, yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha. Tiga set penyebab ini terangkum dalam enam praktik pendahuluan. Tradisi enam praktik pendahuluan merupakan formula khusus untuk menjinakkan batin, yang disusun oleh Guru dari Indonesia, Guru Serlingpa Dharmakirti, diwariskan kepada siswa utama beliau, Y.M. Atisha sampai masa sekarang.

     

    Buku ini, menjabarkan mengenai salah satu jenis enam praktik pendahuluan, yaitu “Permata Hati bagi Mereka yang Beruntung dan Persembahan Mandala”. Diajarkan oleh Dagpo Rinpoche, teks ini adalah sebuah karya spiritual yang mengajak kita untuk bersikap aktif mengejar kebahagiaan dimulai dari menganalisa dan memperbaiki batin, menghilangkan kesalahan serta meningkatkan kualitas baik secara bertahap.

     

    Estimasi pengiriman buku: 2 November 2018.

    Rp105.000,00 Rp84.000,00
  • Out of stock
    0 out of 5

    37 Praktik Bodhisatwa

    Buddha adalah seseorang yang sepenuhnya memusnahkan semua kotoran batin dan mengembangkan semua kualitas kebaikan tanpa batas.Para Buddha adalah sumber dari segala kebaikan dan kebahagiaan dikarenakan Mereka mengajarkan untuk memusnahkan segala penderitaan dan menciptakan kebahagiaan dan kedamaian.Untuk melengkapi tujuan akhir dari ajaran, kita seharusnya mengetahui bagaimana mempraktikkannya, dan buku ini akan menjelaskan praktik bodhisattwa.

    Dengan menjalankan praktik bodhisattwa ini, kita akan menjadi bodhisattwa, maju dalam jalan bodhisattwa, dan akhirnya akan menjadi Buddha yang sepenuhnya tercerahkan.

    Rp40.000,00
  • 0 out of 5

    Agama Buddha untuk Abad Berikutnya

    Tiada perubahan dalam sejarah agama Buddha Thai yang sehebat dan sedahsyat perubaha di penghujung abad ke-20.

    Reformasi Buddhis tidak bisa dipisahkan dari reformasi sosial, keduanya merupakan misi ganda yang akan menjadi faktor penentu dalam menentukan status dan nasib agama Buddha Thai di abad mendatang.

  • Out of stock
    0 out of 5

    Anger

    Di bawah pohon Bodhi di India dua puluh lima abad yang lalu, Buddha mencapai suatu pengertian mendalam bahwa tiga kondisi pikiran adalah sumber dari semua ketidakbahagiaan kita: pandangan salah, nafsu keinginan yang berlebihan, dan kemarahan.

    “Thich Nhat Hanh tidak membatasi tugasnya pada diskusi tentang kemarahan di dalam keluarga dan pertemanan; Beliau juga berbicara tentang kemarahan antara rakyat dengan pemerintahnya. Visi yang luas ini tidaklah mengejutkan (bagaimanapun juga, ia adalah seorang nominator pemenang hadiah Nobel untuk Perdamaian), tetapi menyegarkan, mengangkat buku ini dari tumpukan buku bantuan diri, yang berpusat hanya pada diri sendiri”
    – Publishers Weekly

    Rp65.000,00
  • 0 out of 5

    Bebas dari Ketakutan

    Arya Tara, perlambang aktivitas tercerahkan, adalah sesosok makhluk agung dengan kemampuan membebaskan semua makhluk dari ketidaktahuan, kemelekatan, dan kebencian yang membuat mereka terjebak dalam pola negatif yang berulang terus-menerus. Beliau melakukan ini dengan mengajarkan cara untuk menumbuhkembangkan cinta kasih, welas asih, kesabaran, kebijaksanaan, dan semua kualitas positif lainnya yang diperlukan dalam keseharian kita.

     

    Buku ini cocok untuk:
    – Siapapun yang tertarik untuk mengenal Istadewata Buddhisme
    – Mengatasi diri dari emosi negatif
    – Memahami hakikat hidup di dunia fana

     

    Buku masih dalam proses pencetakan.
    Dapatkan Diskon Pre Order sebesar 20% hanya s.d. 31 Agustus 2018!!
    Lengkapi Koleksi Karya Thubten Chodron Anda lewat Bundle Discount sebesar 20%!
    Link untuk bundle Discount: store.lamrimnesia.com/product/bundle-discount-thubten-chodron
    Estimasi pengiriman buku: 11 September 2018.

    Rp101.000,00
  • 0 out of 5

    Bebas di Pengasingan

    Tahun 1959, Yang Mulia Dalai Lama terpaksa melarikan diri ke pengasingan di India, diikuti oleh 100.000 pengungsi yang miskin. Sejak saat itu, dalam pengasingan di pedesaan Himalaya yang bernama Dharamsala, beliau membaktikan dirinya untuk perjuangan membebaskan rakyatnya dan memromosikan perdamaian dunia melalui keyakinannya yang teguh terhadap perjuangan tanpa kekerasan.

    Rp80.000,00
  • 0 out of 5

    Bodhipathapradipa

    Bodhipathapradipa merupakan teks akar dari Tahapan Jalan Menuju Pencerahan yang memadatkan inti seluruh ajaran Buddha dan telah membawa banyak orang mencapai pencerahan. Teks ini dibuat oleh Atisha Dipamkara Srijnana, seorang pandit besar Buddhis dari India sebagai upaya untuk menegakkan kembali ajaran Buddhis yang pada saat itu mengalami kemunduran. Beliau merupakan tokoh penting dalam penyebaran Agama Buddha pada abad ke-11 di Asia. Beliau juga pernah melakukan perjalanan ke Kerajaan Sriwijaya (Indonesia) dan menetap selama 13 tahun untuk belajar Buddhadharma dari Suwarnadwipa Dharmakirti (Serlingpa). Beliau merupakan sumber inspirasi bagi pemikiran Buddhis dari Tibet sampai Sumatra (Indonesia).

  • 0 out of 5

    Buddhisme & Kebahagiaan

    Ini merupakan buku yang tepat dibaca jika Anda ingin mengetahui landasan dan arah dari Buddhisme yaitu semata-mata untuk mencapai kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Hal ini dijelaskan dengan gamblang dan terstruktur oleh Dagpo Rinpoche dari mulai kebahagiaan tingkat awal hingga tingkat tertinggi.

    Rp15.000,00
  • 0 out of 5

    Cahaya Kedamaian

    Salah satu Guru  yang  sangat  bercahaya di abad ini adalah Nelson Mandela. Pesan terpenting yang mengalir melalui beliau adalah memaafkan. Untuk itu, tidak berlebihan kalau disimpulkan, bibit kesembuhan terpenting yang tersedia di dalam adalah memaafkan. Lebih-lebih bila memaafkan dipadukan dengan penerimaan, keduanya menjadi bibit kesembuhan yang sangat kuat.

    Sebagaimana bibit umumnya, ia memerlukan lingkungan bertumbuh yang juga sehat. Keluarga biologi, keluarga spiritual, tempat kerja, tetangga, tontonan, bacaan memang sebentuk lingkungan. Bila tidak tersedia lingkungan di luar yang mendukung, masih ada lingkungan kedua yakni berjumpa keluarga di dalam (baca: meditasi). Kesadaran (awareness) melonggarkan cengkeraman pengondisian, sedangkan perawatan (carefulness) merawat rasa sakit. Kombinasi antara awareness dan carefulness itulah lingkungan di dalam yang paling menyembuhkan. Ia yang rajin merawat diri dengan meditasi, bisa berjumpa kehidupan yang penuh kedamaian.

    Rp45.000,00
  • 0 out of 5

    Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas

    Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan. Keempat kemuliaan tanpa batas meliputi keseimbangan batin tanpa batas (upeksha), cinta kasih tanpa batas (maitri), welas asih tanpa batas (karuna), dan sukacita tanpa batas (mudita). Batin dengan 4 Kemuliaan Tanpa Batas akan membawa manfaat yang sangat besar dan berharga. Bagaimana kualitas keseimbangan batin dapat membawa manfaat besar yaitu kebahagiaan bagi kita? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali harus menghadapi masalah-masalah yang muncul dan tidak mendapatkan hal yang kita inginkan. Terkadang, kita menjadi frustrasi, sementara di sisi lain kita harus menghadapi kejadian yang tidak diinginkan sekaligus tidak menyenangkan. Sangat penting untuk mengetahui sumber dari masalah-masalah ini. Mungkin ada jawaban yang berbeda-beda, tetapi berdasarkan Buddhisme, pengalaman-pengalaman yang kita alami, baik ataupun buruk, muncul sebagai akibat dari berbagai karma yang telah kita perbuat. Dengan kata lain, masalah atau penderitaan yang kita alami adalah hasil dari karma buruk kita, sedangkan pengalaman menyenangkan yang kita alami adalah hasil dari karma baik kita. Lebih lanjut, buku ini menyajikan bagaimana menumbuhkan kualitas-kualitas lainnya dalam halaman-halaman berikutnya. Semua kualitas itu akan membuat kita lebih bahagia dan jauh dari penderitaan emosional maupun fisik.

  • 0 out of 5

    Compassion

    Kita semua hidup di dunia yang sama, tetapi berjumpa wajah kehidupan yang berbeda. Orang pemarah melihat ketidakadilan di mana-mana. Kemudian mengumbar protes. Protes ini kemudian mengundang kemarahan dari orang lain. Sehingga kehidupan mennjadi seperti api yang berjumpa api, akhirnya terbakar oleh perkelahian, perceraian, dan peperangan.

    Orang yang penuh belas kasih ( compassion ) menemukan wajah kehidupan yang memerlukan pertolongan di mana-mana. Kekurangan, ketidaksempurnaan ada tidak untuk dicaci, tapi membuka kesempatan bagi kita agar bisa menolong. Akibatnya, semua orang datang dengan membuka tangan persahabatan. Keadaannya mirip dengan air berjumpa air, berpelukan penuh kesejukan.

    Beda di antara dua wajah kehidupan ini sederhana, seberapa sembuh pikiran seseorang dari kemarahan. Dan buku sederhana ini mewartakan holy water of compassion ( air suci belas kasih ) sebagai obat yang bisa menyembuhkan pikiran. Air memang dibentuk oleh bahan-bahan api ( hidrogen, oksigen ), tapi bila diramu secara cerdas menjadi H2O, maka api berubah menjadi air sejuk dan lembut. BUku ini berisi sejumlah renungan yang membimbing sidang pembaca agar bisa meramu api kemarahan menjadi air sejuk belas kasih. Indahnya, tatkala pikiran sembuh dari kemarahan, kita ikut menyembuhkan dunia.

    Rp75.000,00
  • 0 out of 5

    Dasar Semua Kebajikan: 14 Pijakan Kaum Bijak Menuju Kebuddhaan

    “Dengan melihat bahwa seperti diriku,

    semua makhluk ibu-ibuku juga telah tenggelam dalam samudra samsara secara berulang-ulang,

    berkatilah aku agar dapat melatih bodhicita yang terunggul dan mengambil tanggung jawab untuk membebaskan semua makhluk.”
    – Dasar Semua Kebajikan, Bait 7 –

     

    Dasar Semua Kebajikan menjelaskan secara sederhana tahapan-tahapan yang perlu ditempuh oleh seseorang untuk mencapai pembebasan dari samsara bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga semua makhluk. Intisari ajaran Buddha dapat kita pahami dalam penjelasan singkat yang disadur dari 14 bait syair gubahan Raja Dharma Je Tsongkhapa ini: dari memilih seorang Guru Dharma dan bertekad untuk senantiasa menghormati dan mematuhi semua instruksinya sebagai akar dari Sang Jalan, memahami betapa beruntungnya kita terlahir sebagai manusia, harapan agar dapat mengembangkan bodhicita, memahami kesunyataan dan dengan segera mencapai Kebuddhaan yang lengkap dan sempurna.